Welcome to My Special Journal

Welcome to my special journal... it's just a simple wrote..
Selamat datang Guys... Semoga perenungan yang sederhana ini bisa memberikan pelajaran dan harapan bagi semua saja yang membacanya...

Thanks and God Bless You..

Mengenai Saya

Foto saya
Saya sangat menghargai persahabatan... hidup sosial dengan teman-teman adalah kebutuhan.. Its a small world

Jumat, Agustus 06, 2010

I Love You

"I love you...", apa yang terlintas di benak Anda ketika ada seseorang yang mengatakan itu? Gombal! penuh rayuan! sok manis! dasar buaya ah apalagi ya? Yah gitu deh, pastinya hal-hal negatif langsung menari-nari di benak kita. Memang sih hal itu realistis juga, apalagi jika
kita pernah kecewa dan disakiti.

Tapi tunggu dulu, dengarkan cerita Celena, gadis kecil yang mengenal arti cinta yang indah dan tak terlupakan sepanjang hidupnya. Celena adalah gadis kecil berusia 10 tahun, sedang beranjak dewasa, dan selalu ceria. Ayah dan ibunya adalah team yang selalu kompak. Bisa dikatakan pasangan serasi yang selalu penuh cinta.

Setiap detik dan menit mereka tak pernah berhenti mengungkapkan perasaan betapa mereka sangat mencintai pasangannya, dan putri kecilnya. Kecupan manis bertebaran di mana-mana. Seringkali pasangan ini ditanya oleh temannya, "Apakah kalian tidak bosan selalu mengatakan cinta satu sama lain?","Memangnya kalian tidak pernah ketemu setiap hari?", Seperti baru pacaran saja","Sok romantis!","Menjijikkan", dan lain sebagainya.

Celena terbiasa dengan ungkapan cinta yang selalu diucapkan ayah dan ibunya, sampai suatu waktu ia terngiang-ngiang perkataan yang selalu dilontarkan teman-teman ayah dan ibunya. Pernah juga Celena dicibir teman-temannya tentang hal itu. Sampai suatu pagi, Celena duduk diam di meja makan tanpa berkomentar dan tak menyentuh sarapan paginya.
Ketika Ayah dan ibunya bertanya Celena hanya diam.

Ia kemudian mengambil tasnya dan bergegas berangkat ke sekolah.
Ibu Celena mengejarnya, "Celena, ada yang tertinggal sayang".
Celena berhenti sejenak, ibunya mengulurkan bekal sarapan yang tadi tak disentuhnya,
"Ini bekalnya, Ibu mencintaimu Celena", saat ibu Celena ingin mencium kening Celena tiba-tiba Celena berteriak, "Ibu, kenapa sih selalu bilang Ibu cinta aku? Aku tau ibu sayang aku, tapi tidak
bisakah ibu berhenti mengucapkan hal itu? Aku bosan bu! Aku malu!"
Celena berlari menuju sekolahnya. Ibunya hanya terdiam meneteskan air mata dan berbisik, "Ibu sayang kamu Celena."

Hari itu rupanya hari terakhir Celena bertemu dengan ibunya, Celena tak pernah tahu bahwa ibunya menderita kanker selama ini. Keceriaan dan semangat cinta ibunya menutup semua rasa sakit yang dirasakan ibu Celena.

Ayah Celena memeluk dan menghapus air mata yang menetes di pipi Celena. Ia kemudian bertanya, "Celena mengapa bersedih? coba apa yang dikatakan ibumu tadi pagi?", dengan terisak Celena menjawab, "Ibu mencintaiku ayah." Ayahnya yang masih memeluknya dengan tersenyum berkata, "Beruntunglah kita Celena, saat terakhir ibu meninggal di pelukan ayah, ia juga mengatakan hal yang sama, dan ayah tak pernah menyesal, karena selama ini ayah sempat mengatakan hal yang paling indah untuk ibu, bahwa ayah mencintainya."

Celena menghapus air matanya dan kembali tersenyum. Selagi ayahnya masih ada di sampingnya, Celena berkata, "Ayah, aku mencintaimu." Dan seterusnya Celena sering mengatakan cinta pada ayahnya, tanpa rasa malu, tanpa rasa ragu, hanya perasaan sungguh-sungguh dan ketulusan.

Sekarang, masihkah kalimat "Aku mencintaimu" menjijikkan bagi Anda?
Jangan pernah ragu mengatakan kepada semua orang yang Anda cintai
bahwa Anda mencintainya. Karena kalimat itu sungguh berarti jika Anda
tulus mengucapkannya.

Lagu yang pas buat cerita ini, "If Tomorrow Never Comes" by Ronan Keating

"If Tomorrow Never Comes"

Sometimes late at night
I lie awake and watch her sleeping
She's lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she's my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

'Cause I've lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there's no second chance to tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she's my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you're thinking of
If tomorrow never comes

Minggu, Agustus 01, 2010

Universitas Kehidupan

♣ ‎​Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN.

♣ Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN.

♣ Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

♣ Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.

♣ Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

♣ Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang KEMURAH HATIAN.

♣ Ketika semua kemungkinan tidak masuk akal, maka saat itu kau belajar tentang BERIMAN.

Tetap semangat ..!!:)
Tetap sabar ....
Tetap tersenyum ..
Terus belajar ....
Karena kau sedang menimba ilmu di Universitas Kehidupan..! !

Have a blessed day friends.. :)

Senin, Juli 26, 2010

Hash


Minggu 25 Juli 2010 aku diajak teman-teman untuk ikutan Hash. Awalnya rencana Hash ini sudah dicanangkan sejak awal Juli dengan kolaborasi berbagai organisasi dan komunitas Katolik yang ada, tetapi entah tiba-tiba dibatalkan. Meski dibatalkan, kami dari beberapa anggota Felcom dan Choice tetap melaksanakan Hash tersebut dan berangkatlah kami pada tanggal 25 Juli 2010 tersebut setelah acara seminar Kolesterol yang diadakan ISKA di Unika Widya Mandala.

Peserta Hash kali ini 90% wajah baru termasuk diriku yang belum pernah mengikutinya. Penasaran sih gimana toh HASH itu.
. Kami berangkat pk. 11.30 dari UWM terdiri dari 5 mobil (29 orang). Kami mampir untuk makan siang di Bu Sri lalu lanjut ke Trawas. Kali ini kita ikut ASRI. Lumayan sih panasnya ketika dah jalan..

Perjalanan kami sempat salah arah awalnya, akhirnya pani
tia memandu kita. Menurut panitia, rute kali ini lumayan panjang meski itu rute short karena ini rute baru yang baru saja ditemukan. Awal perjalanan baik-baik saja, tetapi ketika sudah jalan sekitar setengah jam mulai terasa jalan yang kita lalui menanjak membuat kita lelah. Pemandangan alam yang masih natural kami sedikit terhibur karena bisa bernarsis ria meski kelelahan...ya maklumlah kita kan termasuk narsis.com ...he..he... hampir setiap kali berpose bersama, panitia yang menjadi juru foto kami sampai dia berguling-guling untuk mendapatkan gambar terbaik.. Viva Panitia!!!

Karena mayoritas dari kami baru saja mengikuti Hash ini, kita ambil rute short dan beberapa yang sering mengikutinya mengambil rute Medium. Tapi ada juga teman kami yang ternyata diambilkan rute paling short oleh panitia karena sudah tidak kuat lagi (daripada pingsan di jalan).

Setelah berjalan kurang lebih s
atu jam setengah, kita akhirnya bisa kembali ke tempat start dan bisa makan/minum. Setelah mejeng bersama kelompok lain (dimana salah satu anggota kelompok tersebut memang janjian dengan kami untuk bersama-sama Hash), kami akhirnya pulang ke Surabaya disambut hujan deras di Unika Widya Mandala.

Pengalaman pertama Hash memang
mengasyikkan, jadi ingin mencoba kembali..penasaran sih, meski sempat kehabisan nafas dan kelelahan tapi tidak membuatku kapok. Banyak makna yang bisa kita ambil dari Hash tersebut, saat mendaki, menuruni lembah, saat melintasi sungai, saat berjalan di atas batu. Semua memberi pelajaran kepada kita, seperti itulah perjalanan hidup yang harus kita tempuh. Jalan hidup kita tidaklah selalu mulus, banyak batu-batu dan jalan mendaki serta sungai-sungai yang merintangi. Semua bergantung kepada kita, bagimana kita melewatinya, apakah kita akan menyerah karena kelelahan dan melupakan tujuan akhir kita ataukah kita harus berjuang mengumpulkan sisa-sisa tenaga kita agar tujuan kita tercapai?The show must go on..Never Give Up...Just do it and trust that God will give us strength, give the best for our lives..

Sabtu, Juli 24, 2010

Encouragement by Rhenald Kasali

Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.
Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. "Maaf Bapak dari mana?" "Dari Indonesia," jawab saya.Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. "Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,"lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai.Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! " Dia pun melanjutkan argumentasinya.

"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.

Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah
anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. "Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti." Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna),tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas...; Kalau,...; Nanti,...; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti. (*)

Selasa, Juli 13, 2010

Ziarah Wisata

Felcom ziarah wisata bisa terlaksana sukses meski kita dibuat dag did dug deer awalnya karena bangku kosong yang sangat banyak belum terisi padahal jadwal ziarah kurang beberapa minggu saja, lalu sakitnya salah seorang panitia yang mebuat dia batal ikut dan berkurangnya peserta karena batal ikut, yang lebih membuat jantung berdetak lebih kencang adalah di detik menjelang keberangkatan karena peserta yang mundur mendadak dan baru memberi kabar Jumat paginya..bayangkan saja 5 org yang menyatakan mundur... Tapi dengan berserah, ternyata Tuhan buka jalan tepat pada waktunya, kita bisa berangkat dengan jumlah peserta yang tidak berubah.. still 39 peoples guys..Yang mundur ternyata hanya 2 orang dan itupun kita bisa mendapat penggantinya...It's a Gods Miracle..

Ziarah kali ini berangkat dari HKY tanggal 09 Juli 2010 pukul 20.00. Macet di mana-mana sempat membuat jadwal yg tersusun molor.Tapi Thanks God, kita tetap bisa jalankan semua perjalanan sesuai rencana meski waktunya molor dari perkiraan semula.

Tgl 10 Juli pagi kita sampai di Gua Kerep, jalan dari perhentian bis ke Lokasi cukup menyehatkan di pagi buta..kita doa Rosario bersama lalu doa pribadi, lanjut ke susteran Ambarawa untuk mandi dan makan pagi. Lanjut ke Tritis yang ternyata cukup jauh, tapi sangat menakjubkan..lokasi yang udah 10 tahun lebih tidak pernah aku kunjungi (kebetulan saat masih SMA aku pernah ke Goa ini). Perjuangan menuju lokasi Goa cukup menantang, medan yang berbatu2 dan lumayan licin membuat perjalanan ini terasa benar-benar ziarah yang sesungguhnya. Lokasi yang cukup bagus, dengan kondisi alam yang alami..stalaktit nya sungguh indah.. Dari Goa maria Tritis menuju Pantai Baron, makan ikan dulu deh.. tapi nggak enak tuh masakannya..pantainya juga kumuh gitu kayaknya..jadi nggak terlalu bisa enjoy, apalagi lautan manusia yang terdiri dari beribu-ribu orang tumplek blek di sana.. Lalu kita menuju Candi Ganjuran..cukup bagus di sana. Lokasi terakhir tentu saja Penginapan yg di daerah Malioboro..jalan dari perhentian bis sampai penginapan cukup jauh ternyata... wooww..today benar-benar kita mempergunakan secara maksimal ciptaan Tuhan untuk kita..sikil..sikil buat mlaku..sampe kesel kabeh...tapi ga puas kalau cuman tidur di sana tanpa melewatkan malam di Malioboro..

Malioboro di Malam Minggu sungguh hiruk pikuk..beragam manusia tumplek di sana, musisi jalanan dengan segala kreatifitasnya beraksi menyita mata sejuta manusia, membuat sebagian tergelitik untuk ikut terlibat mempertontonkan kebolehannya beraksi...Sungguh Malioboro luarrr biasa... Kita makan malam di Malioboro Mall dan tiba-tiba kita ada ide, karena sebelum makan malam kita ditawari tukang becak di Malioboro buat jalan-jalan menyusuri Yogyakarta.. jadilah kita berbecak-becak ria, 14 org ikutan.. 1 becak bertiga..woouuuww asiiikk... jalan-jalan ke tempat jual batik, Dagadu, pabrik nya bakpia Pathok yang buka sampe jam 12. Nggak terasa kita muter dengan becak sampai jam setengah 12 malam tuh...suatu pengalaman baru, yg di Sby tidak pernah terjadi... berbecak ria rame-rame dan sampai tengah malam pula...he..he..

Minggu pagi tgl 11 Juli 2010 kita bangun pagi, kaki masih capek nih karena kebanyakan jalan..tapi sekali lagi..ciptaan Tuhan satu itu kita maksimalkan kembali..ke gereja jalan kaki, jam 6 misa bahasa jawa...he..he.. lumayan ngerti dikit-dikit lha meski nggak bisa ngomongnya...he..he.. Abis misa tidak lupa kebiasaan narsis kita...yaitu Foto-foto bersama di Gua Maria Gereja. Abis Gereja, kita makan pagi lalu lanjut lagi mlaku-mlaku nang Malioboro sampai jam setengah 10 kita berkemas dan jalan ke candi Prambanan. Sekali lagi kaki kita dituntut bekerja maksimal di sini, otot-otot dibuat jadi lemas karena jalannya yang cukup jauh. Setelah itu kita menuju Solo untuk makan siang dan belanja di Orion. Semua pada nggak mau ketinggalan belanja deh. Setelah itu perjalanan pulang ke Sby yang sempat macet di Kertosono lama banget sehingga sampai di Sby kita sampai jam setengah 12 malam.

Terlepas dari semua itu, ziarah kali ini memang benar-benar latihan fisik dan rohani deh.. sukses buat acara kita dengan segala games nya di perjalanan, dengan segala doorprizenya meski sederhana tetapi niat dan maknanya tidak ternilai dengan Rupiah.

Semoga dengan even kali ini, persahabatan dan kekeluargaan yang sebelumnya telah dijalin bisa terjalin lebih erat tak terpisahkan, dan bagi meraka yang baru mengenal komunitas ini bisa semakin aktif dan merasa memiliki komunitas ini tanpa perbedaan gender, usia dan pekerjaan karena komunitas ini diciptakan buat semua kaum muda yang mengimani Kristus.


Dari pengalaman ziarah wisata ini kita bisa banyak belajar, kita bisa lebih mengenal sesama kita dan mengenal Kehendak Allah lewat diri sesama kita, kita maafkan meski ada yang bikin kita satu bis menunggu karena keterlambatan salah seorang peserta, kita bersabar menunggu antrian macet, bersabar meski menahan lapar dan sakit maag..woouuww sejuta rasa dan sejuta suka dehh....

Semoga even yang demikian bisa kita adakan kembali tahun depan dengan obyek wisata yang berbeda. Kita harapkan wajah-wajah baru akan menghiasi kepanitiaan tahun depan..semoga Felcom tetap bisa eksis selamanya.

Rabu, Juli 07, 2010

Mencintai Adalah Pilihan

Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan..

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan..

Ketika kita memilih bersama seseorang walau apa pun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya..
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan...

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai Kesempatan dalam hidup kita..
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah Pilihan...

Mungkin kesempatan mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita..
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia.

Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai.. Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang Belum Sempurna.. Dengan cara yang Sempurna...

Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang Belum Sempurna dengan cara yang Sempurna..

Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita.. Agar jiwa kita pun menjadi Sempurna di hadapan Tuhan...
Takdir yang mempertemukan. Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-Nya

Sabtu, Juli 03, 2010

Belajarlah

BELAJARLAH UNTUK DIAM DARI BANYAKNYA BICARA,
BELAJARLAH UNTUK SABAR DARI SEBUAH KEMARAHAN,
BELAJARLAH UNTUK MENGALAH DARI SUATU KEEGOISAN,
BELAJARLAH UNTUK TETAP TEGAR DARI SETIAP KEHILANGAN,
BELAJARLAH UNTUK SELALU BERSYUKUR DARI SETIAP KEBAHAGIAAN.

ORANG YG PALING BAHAGIA TIDAK SELALU MEMILIKI SESUATU YANG TERBAIK DALAM HIDUPNYA, TETAPI HANYA SELALU BERUSAHA UNTUK MENJADIKAN SETIAP APAPUN YANG HADIR DALAM HIDUPNYA MENJADI YANG TERBAIK...

KASIHMU DIBENTUK BUKAN SAAT KAU ADA DI TEMPAT YANG PENUH PERHATIAN. TAPI DI TEMPAT YANG ADA PENOLAKAN...

PANGHARAPANMU DIBENTUK BUKAN SAAT KAU BERADA DALAM SUATU KEPASTIAN. TAPI DALAM KERAGUAN...

IMANMU DIBENTUK BUKAN SAAT KAU DALAM KENYAMANAN, TAPI DALAM PENDERITAAN...

BEGITULAH CARA TUHAN MEMBENTUK ANAK-ANAKNYA, KARENA DALAM KELEMAHANMULAH KUASA TUHAN MENJADI SEMPURNA...

Selasa, Juni 29, 2010

Terima Kasih Tuhan

Sebuah Renungan yang bagus.....

"Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit, aku ingin bicara."


"Ooo..waktu- KU adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu? "

"Terimakasih. .. Apa yg paling mengherankan bagi-MU tentang kami manusia?"

"Hahaha.. kalian itu memang aneh.

Pertama, suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini.

Kedua, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.

Ketiga, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun setelah dewasa rindu lagi jadi anak-anak: suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal sepele.

Lalu keempat, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi membayarnya kembali mengeluarkan begitu banyak uang untuk mengembalikan kesehatan itu. Hal-hal begitulah yang membuat hidup kalian susah."

"Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup bahagia?"

"Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian: suka melupakan nasihat-KU. Baiklah KU-ulangi lagi ya, beberapa yang terpenting:

Pertama, kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.

Kedua, ingat "siapa" yang kalian miliki itu lebih berharga dari pada "apa" yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.

Ketiga, jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yg sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia
unggul. Otomatis rejeki yang akan mengejar kalian.

Keempat, ingat orang yg disebut kaya bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan yang terbanyak, tetapi adalah dia yg paling "sedikit" memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesamanya.

Ok? Ingat janji ini: AKU tidak akan meninggalkanmu.

"Terimakasih Tuhan"

Jumat, Juni 18, 2010

Rencana Tuhan

Ketika aku masih kecil dan sedang bermain di lantai, aku melihat ke atas dan bertanya kepada ibuku, apa yang sedang dilakukannya. Ibuku menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Aku memberitahu ibuku bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Dengan tersenyum ibu memandangi aku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkan permainanmu sementara ibu menyelesaikan sulaman ini. Nanti setelah selesai akan ibu panggil dan mendudukkan engkau di atas pangkuan ibu. Kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih begitu semrawut, menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; "Anakku, mari ke sini dan duduklah di pangkuan ibu. "

Waktu aku sudah duduk di pangkuan ibu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit. Sungguh indah sekali! Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang dengan melihat dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Selama bertahun-tahun aku melihat ke atas dan bertanya kepada Tuhan ; "Tuhan, apa yang Engkau lakukan?"

Tuhan menjawab: " Aku sedang menyulam kehidupanmu."

Aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam. Mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Tuhan menjawab," HambaKU, kamu teruskan pekerjaanmu dan AKU juga menyelesaikan pekerjaanKU di bumi ini. Satu saat nanti kamu akan menyadari betapa AKU sudah mempersiapkan kehidupan yang terbaik untukmu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu…………………….

Minggu, Juni 06, 2010

1,2,3 Langkah Kecilku

1,2,3 kali kupernah terjatuh. Sakit, terluka, namun berusaha ‘tuk bangkit. Tidaklah mudah, terkadang seolah semuanya sia-sia apalagi ketika harus mulai kembali dari nol.

1,2,3 kali kupernah gagal. Gagal dalam banyak segi kehidupan. Menangis, kecewa, untuk kemudian berusaha untuk menguatkan diri. Sekaligus percaya pada-Nya, bahwa hari esok masih ada senyum ceria yang Dia tawarkan kembali. Tak selamanya hari mendung, akan ada hangatnya sinar mentari yang naungi hatiku sekali lagi.

1,2,3 kali kupernah ragu. Ragu saat hendak melangkah. Akankah langkah ini membuatku maju atau malah menghantarku celaka?

1,2,3 kupernah kecewa. Saat kucurahkan seluruh harap dalam hidup ini, ternyata berujung hal yang amat berbeda dari ekspektasiku. Pernah terasa amat sulit menerima kenyataan yang ada. Sedih pun seolah memilin hatiku dan memenuhinya dengan duka.
Tetapi yang aku tahu pasti…

1,2, 3 langkah kecilku selalu isi hari-hariku. Kuatkan hati dan diriku sekali lagi. Agar aku jangan berhenti. Agar aku terus melangkah dan berjalan. Meskipun perlahan, meskipun tertatih. Karena aku tahu, kesuksesan yang ada di ujung sana tetap menanti. Gagal hari ini, bukan berarti gagal seumur hidup. Justru gagal hari ini, berarti harus bangkit lagi dan belajar dari kesalahan sebelumnya.

1,2,3 kupanjatkan doa dari hati. Doa kepada Sang Pencipta. Agar diriku kembali ingat bahwa hanya Dia tempatku berlindung dari segenap susah dan gelisah. Sekaligus tempat kubawa seluruh tawa ceria dan sumringah, ketika hidupku yang selalu dilimpahi kasih-Nya menjadi wangi semerbak yang harum bagi sekitarku. Yang terpenting, aku tak lari dari-Nya dalam setiap keluh dan kesah. Juga selalu mencari-Nya ketika aku bahagia dan berbunga-bunga.

Karena dalam 1,2, 3, 4,5,6,7,8, 9, 100, 1000, bahkan sepanjang helaan nafasku, aku tahu Engkau ada di sana.


* tautannya ada di: http://fjodikin.blogspot.com/2010/06/123-langkah-kecilku.html

Sabtu, Mei 29, 2010

Bahagia

Suatu ketika Sang Istri, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu Sesi Seminar Tentang Kebahagiaan.
Seperti biasa, Maxwell Sang Suami duduk di bangku paling depan & turut mendengarkan. Dan di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan.

Di sesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya utk bertanya.

Ketika diberikan kesempatan, pertanyaan ibu itu seperti ini, "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"


Seluruh ruangan langsung terdiam.

Satu pertanyaan yg bagus. Margaret tampak berpikir sejenak...& kemudian menjawab, "Tidak."

Seluruh ruangan langsung terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "John Maxwell tdk bisa membuatku Bahagia."

Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Dan Maxwell juga menoleh- noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat keluar...Malu!!!

Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang Suami yg Sangat Baik. Ia Tidak Pernah Berjudi, Mabuk-mabukan, Main Serong. Ia Setia, Selalu Memenuhi Kebutuhan Saya, Baik Jasmani maupun
Rohani. Tapi, tetap Dia tidak bisa Membuatku Bahagia.."

Tiba2 ada suara bertanya, "Mengapa?"
"Karena," jawabnya, "Tidak Ada Seorang pun di dunia ini yg bertanggung jawab atas Kebahagiaanku selain Diriku Sendiri."


Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah tidak ada orang lain yg bisa membuatmu Bahagia. Baik itu Pasangan Hidupmu, Sahabatmu, Kekayaanmu, Hobimu. Semua itu tdk bisa membuatmu Bahagia. Karena yg bisa membuat Dirimu Bahagia adalah Dirimu Sendiri. :) Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu sering merasa berkecukupan, tdk pernah punya perasaan : Iri, Dengki, Minder, Negatif Thinking, Kamu Tdk Akan Merasa Sedih. :(

Sesungguhnya pola pikir kita yg menentukan apakah kita Bahagia atau Tidak, bukan faktor luar.
Bahagia atau Tidaknya Hidupmu Bukan Ditentukan oleh Seberapa Kaya Dirimu, Seberapa Cantik/Tampan Pasanganmu, atau Sesukses Apa Hidupmu.


BAHAGIA adalah Pilihan-Mu Sendiri

Senin, Mei 24, 2010

New Community

Sebenarnya aku sudah beberapa kali mendapat tawaran ikutan Week End Choice. Sejak aku masih mahasiswa malahan tawaran tersebut datang dari orang terdekat.. lalu selama beberapa tahun lalu setiap tahun tawaran Weekend tersebut selalu datang lagi dan selalu tidak pernah aku gubris... Sampai akhirnya saat mengikuti retret Are You Created For Me di Tumpang, diriku bertemu dengan banyak rekan choice di sana lalu dari beberapa kami yang belum mengikuti WEC tersebut berjanji ikutan bersama-sama. Rasa penasaran itu timbul begitu mendalam..dan memang akhirnya kutekadkan diri ikutan. Aku kontak seorang teman dan dia kebetulan akan ke luar negeri dan berjanji memberi kabar secepatnya supaya aku juga bisa mengurus cuti di tempat kerjaku. Maklum diriku kerja tidak bisa seenaknya meninggalkan kantor, masih harus menunggu approval dari kantor pusat.

Akhirnya jadilah kita bertiga (cewek semua) ikutan ditambah 2 orang cowok. Kami mengikuti WEC ke 99 (perfect number deh..) dari tanggal 21-23 Mei 2010. Mulailah kami dengan aktivitas weekend yang memberikan banyak pelajaran buat hidup kita. Komunikasi dan relasi dengan sesama dan keluarga terutama banyak diajarkan di sana.. memberikan input yang sangat berguna bagi kita. Saat weekend pun, suasana sangat mendukung..ditambah dengan peserta weekend yang kocak dan penuh canda termasuk seorang peninjau yang sangat akrab..tak terasa waktu begitu cepat berlalu.

Malam rekonsiliasi sangat terkesan buatku..bayang-bayang papaku muncul kembali, bayang-bayang yang selama ini sudah bisa aku lupakan sedikit demi sedikit sejak beliau meninggalkan kami selama-lamanya Nopember 2008 yang lalu. Sosok Om Andrian yang mirip dengan papaku, membuat diriku tak mampu membendung tangis. Sosok papaku terwakili dalam diri Om Andrian, membuat diriku mereview ulang semua perjalanan hidup ketika papa masih berada bersamaku, segala suka duka, segala salah dan nasihat terputar kembali seperti film masa lalu di dalam benakku...Cukup banyak teman yang menenangkan diriku.Thanks Guys udah memberi semangat kepadaku..

Sesi kedok juga sangat memberikan pengajaran yang berguna, karena tanpa kita sadari banyak kedok yang membuat relasi dengan sesama tidak berjalan baik. Semua pengajaran di WEC membuat kita menyadari jati diri kita, membuat kita mampu melihat diri kita sendiri bagaimana selama ini relasi kita dengan keluarga dan sesama kita.
Kekompakan dan keakraban di antara kita aku harap tidak berlalu sampai di sini saja.."Ga ada Loe Gak Ramee" itu yel-yel kami dan memang nggak ada kalian, kita juga tidak akan bisa menjalin keakraban dan kekompakan...semoga tidak hanya sampai batas waktu tertentu saja kita bisa mempertahankan keakraban dan kekompakan ini tetapi bisa berkelanjutan sampai kapan pun..We are as a big family...itu harapanku sebagai Lurah Choicer 99.

Bagiku komunitas baru adalah komitmen baru dimana aku harus siap melangkah dengan segala aktivitasku. Satu tantangan yang sebenarnya ingin aku rengkuh adalah menjadi Youth WEC, tetapi aku belum yakin bisa mengambil tanggung jawab tersebut dengan sepenuh hati meski om Anton sebagai peninjau meyakinkan dan memotivasi diriku bisa dan mampu...tapi aku masih merasa masih butuh pemikiran lebih lanjut...semoga bila Tuhan kehendaki pasti aku akan diberi kemantapan hati dan keyakinan bahwa diriku mampu merengkuhnya dengan kemantapan hatiku. Doakan diriku...

Tantangan tersendiri yang aku hadapi saat ini adalah share waktu dengan beberapa aktivitas lain yang kebetulan telah aku jalankan sebelumnya seperti Koor Mudika, Sekretaris ISKA, Felcom ISKA, kesibukan menghandle Laporan Keuangan Paroki (sebagai Bendahara Paroki). Di balik semua itu, meski aku merasa sangat banyak dan kadang aku merasa lelah... kuserahkan semuanya kepada Tuhan..bahwa Tuhan pasti akan berikan semuanya berjalan beriringan tanpa ada yang harus dikorbankan.. semoga diriku bisa...Pray for me..OK?

Rabu, April 28, 2010

Bawang Bombay Kehidupan

Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak
para peserta untuk melakukan suatu permainan.

"Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda?"
Pengajar
pun meminta bantuan seorang peserta maju ke depan
kelas, dan mulai melakukan permainan itu.

"Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat
ini"

Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.

Kemudian pengajar itu mempersilahkan memilih, dengan mencoret satu nama
yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama,
tetangganya.

Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama
yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret
nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.

Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang
tuanya, nama suami serta nama anaknya. Di dalam kelas tiba-tiba
terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh
pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.

Namun di keheningan kelas sang pengajar berkata: "Coret satu lagi!"

Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama. Nama orang tuanya.

"Silakan coret satu lagi!"

Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya. Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas.

Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya:

"Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang
melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang
suami bisa dicari lagi. Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai
orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?"

Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas.
Menunggu apa yang hendak dikatakannya. "Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya... Anak pun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."

Kehidupan itu bagaikan bawang bombay. Ketika di kupas selapis demi
selapis, akan habis. Dan adakalanya kita dibuat menangis.

Minggu, April 18, 2010

Senyum

Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta Amsal 15:15

Senyum itu gratis tetapi hasilnya berlimpah. Senyum dapat memperkaya yang menerimanya, tanpa merugikan yang memberi. Terjadinya bagaikan kilat namun kenangannya tak terlupakan. Tiada orang yang cukup kaya yang dapat hidup tanpa senyum, dan tiada orang yang miskin yang tidak diperkaya olehnya.
Senyum menciptakan kebahagiaan di rumah, menjalin hubungan bisnis yang baik, dan tanda balasan dari para sahabat. Senyum adalah tempat pemberhentian bagi yang letih, terang bagi yang putus asa, sinar mentari bagi yang sedih, dan obat alami penyembuh masalah. Namun senyum tidak dapat dibeli, diminta, dipinjam ataupun dicuri. Karena senyum tiada berarti sampai ia diberikan.

Profesor James V. Mc.Connell, seorang psikolog di Universitas Michigan, mengekspresikan perasaannya mengenai senyuman, katanya senyuman cenderung mampu mengatasi, mengajar dan menjual lebih efektif dan membesarkan anak-anak menjadi lebih bahagia. Ada lebih banyak informasi pada wajah yang tersenyum daripada sebuah kerut dikening. Karena senyuman itulah yang mendorong semangat dan merupakan alat pengajaran yang jauh lebih efektif daripada hukuman.

Senyuman yang ramah dan hangat, keuletan dan sikap yang tulus serta jujur merupakan kombinasi yang sulit untuk dikalahkan. Karena itu mengapa kita harus menahan senyum tulus kita? Ingatlah seseorang yang wajahnya tidak pernah cerah bersinar tidak akan pernah menjadi seorang bintang

Senin, Maret 29, 2010

Sejenak jadi anak kos


Sebenarnya diriku paling ogah kalau dipanggil ke Jakarta, walau hanya sehari untuk meeting saja sangat sangat menjadi beban buat diriku. Kali ini aku mendapat surprise tak menyenangkan dari Spv Finance Kantor Pusatku di Jakarta bahwa aku diminta membantu pemberesan Accounting yang menggunakan software baru untuk closing tahun buku 2009.

Gilee...tidak kubayangkan sebelumnya bahwa tugas ini akan jatuh di pundakku.. setengah hati deh akhirnya aku berangkat, meninggalkan mamaku sendirian di rumah. Jadwal yang diminta Jakarta selama 2 minggu, tapi aku tidak bisa mengingat tgl 28 Maret 2010 aku harus koor Minggu Palma, jadi aku tawar dari tanggal 19 Maret 2010 sampai 27 Maret 2010 malam.

Kali ini benar-benar diriku merasakan bagaimana menjadi anak kos, karena aku di Jakarta diberi fasilitas kos. Untung pas weekend aku bisa ngungsi ke kosnya temanku sehingga aku bisa diajaknya jalan-jalan. Ke gereja dan janjian dengan teman-teman dari Surabaya dan satu orang teman yang kebetulan aku kenal dari friendster. Lumayan bisa menjadi penghibur deh. Apalagi pas di kos temenku dirimu sempat masuk angin, jadi dia yang kasih obat perhatikan makanku juga. Dah kayak ceceku sendiri deh dia...

Kerja di Jakarta emang benar-benar menguras tenaga dan pikiran, setiap hari pulang jam 21.00 makan malam dulu baru balik kos. Di kos masih bersih-bersih kamar, cuci baju sampe jam setengah 11 baru kelar semua.Untung di kos, semua penghuninya rame dan baik-baik, mereka termasuk cewek yang betah ngobrol sampe malam, jadinya juga terhibur dengan tingkah mereka. Kebetulan juga dari mereka ada yang dari Surabaya.

Buatku sangat berarti sekali pengalaman hidup sebagai anak kos begini, aku ambil positifnya saja. Tapi aku tetap tidak betah berlama-lam
a di Jakarta meski di sana aku sempat bertemu beberapa teman lama (Amel, Lisa, Dian). Bagiku hidup di Surabaya jauh lebih nyaman, bebas macet, nggak stress, pulang on time, makan nggak telat-telat... pokoknya lebih segalanya deh....

Malam terakhir aku di Jakarta sempat ditraktir Roma karena dia lulus skripsi, kita jalan bareng Desy ke Artha Gading sampe jam 10 malam baru balik gara-gara drivernya ketiduran..he..he.. Malam terakhir aku sempat muntah-muntah, semua makanan keluar tanpa sisa..apalagi kalau bukan karena maagku kambuh... ya akibat makan telat terus tuh...tiap malam makan jam 9 malam, padahal di Surabaya makan selalu jam 6 sore ontime.

Sebelum kembali ke Surabaya, aku sempat bertemu Dian yg dulu sangat dekat denganku seperti adikku sendiri. Cukup lama ngobrol, tapi dia tidak mengantar ke Bandara. Sebelum pulang, kita habiskan waktu di Pasific Palace bersama Desy.

Akhirnya aku pulang juga ke Surabaya sangat menyenangkan buatku...rasanya semua beban terlepas. Aku lebih memilih pulang membawa kerjaan yang belum kelar daripada harus kembali ke Jakarta lagi, karena menurutku semua bisa dikerjakan dari Surabaya.
Suatu kebetulan, aku bertemu Handoko yang juga akan pulang ke Surabaya setelah training dari hari Jumat kemarinnya. Pesawat delay satu jam, duhh..penyakitnya Lion Air kalau dah penerbangan malam selalu sama..menyebalkan..padahal aku dah ngantuk dan capek.

Begitulah aku melewati satu sesi dalam hidupku... sejenak menjadi anak kos di Jakarta, hidup mandiri jauh dari mama.. selama 9 hari saja...ternyata memang tidak mudah...he..he..

Kamis, Maret 04, 2010

Kata Mutiara Cinta

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi,
Cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah dendam, tak pernah membalas dendam.
Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
~ Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat.
Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita?
Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya.
Itulah namanya Cinta.

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai:
Satu tetes air mata itu menyapa air mata yang satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya.
Siapa kamu pula?”. Jawab tetes air mata kedua itu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.

”Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.
Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan di benakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurnia itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka-

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bagian kasih sayang. 99 disimpan di sisinya dan hanya 1 bagian diturunkan ke dunia.
Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesal karena perginya tanpa berpatah kata lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti.
Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin.
Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan.
Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci.
Cuma tanah yang berlain-lainan menerimanya.
Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuh oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela.
Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka-

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta.
Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu, dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya di hatinya.
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak.
Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka.
Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah.
Untuk dicintai juga memang mudah.
Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh

Senin, Februari 22, 2010

Are You Created For Me

Sebelumnya aku begitu tertarik membaca undangan dari seorang teman untuk mengikuti Retret Are You Created For Me di Tumpang..
Begitu menggoda publikasinya..sampai aku bertekad untuk cuti dan berangkat ke Tumpang bersama teman-teman. Pendaftarannya juga susah ditembus karena kita harus daftar sepasang (cowok dan cewek) agar tidak masuk dalam waiting list. Tetapi aku berhasil mendaftar setelah merayu temanku untuk ikutan sehingga kita bisa masuk 2 pasang.
Cutiku juga sudah di approval Kantor Pusatku. Tapi yang jadi masalah adalah bagaimana dengan tugasku sebagai panitia di Felcom yang pada saat yang sama mengadakan acara Valentine. Kebetulan aku berangkat ke Tumpang 19-21 Feb 2010, sedangkan acara Felcom tanggal 20 Feb 2010. Saat itu menjadi dilema tersendiri buatku, tetapi aku mantapkan hati dan aku ijin kepada ketua panitiaku, kalau aku akan membantu bagian pendaftaran saja sehingga pada hari H aku tidak perlu hadir, tetapi sie dokumentasinya nggak ada deh...ya itulah konsekuensinya...he..he..
Saat keberangkatan ternyata di luar dugaan, peserta yang hadir sangat banyak.. sekitar 100 pasang yang mengikuti retret tersebut. Kebetulan aku dan Ira menjadi satu kamar di wisma Betlehem. Teman sekamar kami yang satu berasal dari Tuban dan satunya berasal dari Malang, lumayan kompak sih.. Di luar dugaan ternyata penghuni wisma Betlehem mayoritas anak Choice yang beberapa diantaranya aku udah kenal, dan yang bikin heboh tuh para penghuni Betlehem manusia-manusia yang ruameee polll...meski berasal dari macam-macam kota. Ada yang dari Bukit Tinggi, Kalimantan, Semarang... woouuww luar biasa...bela-belain dari jauh hanya untuk ikutan retret ini...berarti publikasinya emang bener2 mantapp dehh...
Penghuni Betlehem meski baru kenal ternyata asik juga lho.. ruamee..ada Donny, Johan, Hendrata, Arthur, Ling, Indra dll... wes pokoke ramee sampai ditegur panitia..he..he.. disamping itu ada yang epilepsi segala tuh..malem-malem sampai panggil suster.

Dari segi session sih sebenarnya retret ini tidaklah bagus..karena sessionnya malah membuat peserta tertidur. Romo Arsen sebenarnya oke kalau dia memberi homili saat misa, tapi saat memberikan session sangatlah monoton dan membosankan karena isinya hanya teori melulu. Yang cukup menarik hanya saat Suster Vianey memberikan session mengenai luka batin.
Dari segi game kayaknya kurang greget juga sih..tapi for the first time its enough. Mungkin panitia perlu banyak belajar dari penyelenggaraan retret yang baru pertama kalinya di malang ini (sebelumnya udah diadakan di Jakarta).

Bagaimanapun, apa yang telah diperoleh di retret ini memberikan sesuatu yang sangat berguna bagi kita..teman, hubungan dengan lawan jenis dan kekeluargaan diantara kami..
Semoga apa yang kita dapat dan kita bina dapat terbina terus yach...

Minggu, Januari 10, 2010

Lilin Harapan

‎Didalam suatu ruangan yg hening.... Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit lilin mulai meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Lilin yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku, mereka lbh sering bertengkar : maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, tak bisa memelihara iman dlm dirinya. Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…
Seseorang saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
"Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin yg lainnya :
”Aku adalah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada di dalam hati kita masing-masing dan semoga dapat menjadi alat, seperti orang tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!


*****************************************************************
Demikian pula seperti harapan yang ada padaku agar dengan bertambah usia, semakin diberkati Tuhan dalam setiap pelayanan dan karya-karyaku.. diberikan teman hidup yang terbaik untuk mendampingi hidupku.. Semoga Tuhan berikan yang terindah pada waktunya...

Sabtu, Januari 02, 2010

Jarakku dan Dia hanya Sebatas Doa

God answers Prayers in three ways :

HE says YES & Gives you what you want..
HE says NO & Gives you something better..
HE says WAIT & Gives you the BEST in HIS Own time..

Misteri jawaban dari sebuah Doa, tak akan dapat dipecahkan pikiran Logika manusia..

Jika Permohonan kita SALAH,
ALLAH akan menjawab TIDAK..
Sesungguhnya ALLAH mengasihi kita,
Sehingga DIA tidak dapat memberikan sesuatu yang akan menyakiti/mencelaka kan kita..

Jika waktu kita SALAH,
ALLAH akan berkata 'SABAR'..
ALLAH akan menggelengkan KepalaNYA & Sekali lagi berkata 'Belum waktunya'
Sebab ALLAH mempunyai alasan untuk semua JawabanNYA..
Jangan sampai kita memaksa, seolah2 kita lebih tahu & lebih Baik dari DIA..

Jika dirimu yang SALAH,
ALLAH akan menjawab 'BERTUMBUHLAH'

Ketika Hidupmu BENAR & Waktunya TEPAT,
ALLAH akan berkata 'MARI KITA WUJUDKAN'
ALLAH mau memindahkan Gunung bagi kita..
ALLAH mau mengubah keadaan kita..
& ALLAH mau menjawab Doa kita..

Pada akhirnya, engkau akan terheran2 menyaksikan
betapa sering ALLAH akan berkata 'Mari kita wujudkan'
Jadi, Tetaplah SETIA dalam DOA..

Hendaklah kita tetap Tekun dalam DOA
& Jangan memaksakan kehendak kita,
Biarlah KehendakNYA yang terjadi..

DOA merupakan suatu bagian hubungan kita dengan TUHAN,
Binalah Hubungan yang Baik dengan TUHAN & Engkau akan mendapatkan Buahnya nanti..

Diambil dari :
The WISE LESSON & INSPIRING WORDS
(YANCE CHAN)

*************************************************************************

Semoga di tahun baru ini diriku mendapatkan berkat yang melimpah..semua harapan dan doa terkabul.... dan yang terpenting senantiasa setia dalam pelayanan...

Selasa, Desember 22, 2009

Nilai manusia dan cincin emas

Seorang pemuda mendatangi Zen-sei dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk tujuan lain?"

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya dan berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukanlah satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"

Melihat cincin Zen-sei yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."

"Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil," kata guru

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya.
Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.

Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.
Ia kembali ke padepokan Zen-sei dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zen-sei, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zen-sei dengan raut wajah yang lain dan berkata, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai cincin ini sesungguhnya. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zen-sei tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas
pertanyaan mu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya.
Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian.
Namun tidak bagi "pedagang emas".

"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan
dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk melihatnya, dan itu membutuhkan proses. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.
Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas "

Semoga sekelumit cerita di atas dapat menambah kedalaman jiwa kita dalam memandang makna hidup dan kehidupan ini.