Welcome to My Special Journal

Welcome to my special journal... it's just a simple wrote..
Selamat datang Guys... Semoga perenungan yang sederhana ini bisa memberikan pelajaran dan harapan bagi semua saja yang membacanya...

Thanks and God Bless You..

Mengenai Saya

Foto saya
Saya sangat menghargai persahabatan... hidup sosial dengan teman-teman adalah kebutuhan.. Its a small world

Senin, Mei 24, 2010

New Community

Sebenarnya aku sudah beberapa kali mendapat tawaran ikutan Week End Choice. Sejak aku masih mahasiswa malahan tawaran tersebut datang dari orang terdekat.. lalu selama beberapa tahun lalu setiap tahun tawaran Weekend tersebut selalu datang lagi dan selalu tidak pernah aku gubris... Sampai akhirnya saat mengikuti retret Are You Created For Me di Tumpang, diriku bertemu dengan banyak rekan choice di sana lalu dari beberapa kami yang belum mengikuti WEC tersebut berjanji ikutan bersama-sama. Rasa penasaran itu timbul begitu mendalam..dan memang akhirnya kutekadkan diri ikutan. Aku kontak seorang teman dan dia kebetulan akan ke luar negeri dan berjanji memberi kabar secepatnya supaya aku juga bisa mengurus cuti di tempat kerjaku. Maklum diriku kerja tidak bisa seenaknya meninggalkan kantor, masih harus menunggu approval dari kantor pusat.

Akhirnya jadilah kita bertiga (cewek semua) ikutan ditambah 2 orang cowok. Kami mengikuti WEC ke 99 (perfect number deh..) dari tanggal 21-23 Mei 2010. Mulailah kami dengan aktivitas weekend yang memberikan banyak pelajaran buat hidup kita. Komunikasi dan relasi dengan sesama dan keluarga terutama banyak diajarkan di sana.. memberikan input yang sangat berguna bagi kita. Saat weekend pun, suasana sangat mendukung..ditambah dengan peserta weekend yang kocak dan penuh canda termasuk seorang peninjau yang sangat akrab..tak terasa waktu begitu cepat berlalu.

Malam rekonsiliasi sangat terkesan buatku..bayang-bayang papaku muncul kembali, bayang-bayang yang selama ini sudah bisa aku lupakan sedikit demi sedikit sejak beliau meninggalkan kami selama-lamanya Nopember 2008 yang lalu. Sosok Om Andrian yang mirip dengan papaku, membuat diriku tak mampu membendung tangis. Sosok papaku terwakili dalam diri Om Andrian, membuat diriku mereview ulang semua perjalanan hidup ketika papa masih berada bersamaku, segala suka duka, segala salah dan nasihat terputar kembali seperti film masa lalu di dalam benakku...Cukup banyak teman yang menenangkan diriku.Thanks Guys udah memberi semangat kepadaku..

Sesi kedok juga sangat memberikan pengajaran yang berguna, karena tanpa kita sadari banyak kedok yang membuat relasi dengan sesama tidak berjalan baik. Semua pengajaran di WEC membuat kita menyadari jati diri kita, membuat kita mampu melihat diri kita sendiri bagaimana selama ini relasi kita dengan keluarga dan sesama kita.
Kekompakan dan keakraban di antara kita aku harap tidak berlalu sampai di sini saja.."Ga ada Loe Gak Ramee" itu yel-yel kami dan memang nggak ada kalian, kita juga tidak akan bisa menjalin keakraban dan kekompakan...semoga tidak hanya sampai batas waktu tertentu saja kita bisa mempertahankan keakraban dan kekompakan ini tetapi bisa berkelanjutan sampai kapan pun..We are as a big family...itu harapanku sebagai Lurah Choicer 99.

Bagiku komunitas baru adalah komitmen baru dimana aku harus siap melangkah dengan segala aktivitasku. Satu tantangan yang sebenarnya ingin aku rengkuh adalah menjadi Youth WEC, tetapi aku belum yakin bisa mengambil tanggung jawab tersebut dengan sepenuh hati meski om Anton sebagai peninjau meyakinkan dan memotivasi diriku bisa dan mampu...tapi aku masih merasa masih butuh pemikiran lebih lanjut...semoga bila Tuhan kehendaki pasti aku akan diberi kemantapan hati dan keyakinan bahwa diriku mampu merengkuhnya dengan kemantapan hatiku. Doakan diriku...

Tantangan tersendiri yang aku hadapi saat ini adalah share waktu dengan beberapa aktivitas lain yang kebetulan telah aku jalankan sebelumnya seperti Koor Mudika, Sekretaris ISKA, Felcom ISKA, kesibukan menghandle Laporan Keuangan Paroki (sebagai Bendahara Paroki). Di balik semua itu, meski aku merasa sangat banyak dan kadang aku merasa lelah... kuserahkan semuanya kepada Tuhan..bahwa Tuhan pasti akan berikan semuanya berjalan beriringan tanpa ada yang harus dikorbankan.. semoga diriku bisa...Pray for me..OK?

Rabu, April 28, 2010

Bawang Bombay Kehidupan

Menjelang istirahat suatu kursus pelatihan, sang pengajar mengajak
para peserta untuk melakukan suatu permainan.

"Siapakah orang yang paling penting dalam kehidupan Anda?"
Pengajar
pun meminta bantuan seorang peserta maju ke depan
kelas, dan mulai melakukan permainan itu.

"Silakan tulis 20 nama yang paling dekat dengan kehidupan Anda saat
ini"

Peserta perempuan itu pun menuliskan 20 nama di papan tulis. Ada nama tetangga, teman sekantor, saudara, orang-orang terkasih dan lainnya.

Kemudian pengajar itu mempersilahkan memilih, dengan mencoret satu nama
yang dianggap tidak penting. Lalu siswi itu mencoret satu nama,
tetangganya.

Selanjutnya pengajar itu menyilakan lagi siswinya mencoret satu nama
yang tersisa, dan siswi itu pun melakukannya, sekarang ia mencoret
nama teman sekantornya. Begitu seterusnya.

Sampai pada akhirnya di papan tulis hanya tersisa 3 nama. Nama orang
tuanya, nama suami serta nama anaknya. Di dalam kelas tiba-tiba
terasa begitu sunyi. Semua peserta pelatihan mengalihkan pandangan ke pengajar. Menebak-nebak apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh
pengajar itu. Ataukah, selesai sudah tak ada lagi yang harus di pilih.

Namun di keheningan kelas sang pengajar berkata: "Coret satu lagi!"

Dengan perlahan dan agak ragu siswi itu mengambil spidol dan mencoret satu nama. Nama orang tuanya.

"Silakan coret satu lagi!"

Tampak siswi itu larut dalam permainan ini. Ia gelisah. Ia mengangkat spidolnya tinggi-tinggi dan mencoret nama yang teratas dia tulis sebelumnya. Nama anaknya. Seketika itu pun pecah isak tangis di kelas.

Setelah suasana sedikit tenang, pengajar itu lalu bertanya:

"Orang terkasih Anda bukan orang tua dan anak Anda? Orang tua yang
melahirkan dan membesarkan Anda. Anda yang melahirkan anak. Sedang
suami bisa dicari lagi. Mengapa Anda memilih sosok suami sebagai
orang yang paling penting dan sulit dipisahkan?"

Semua mata tertuju pada siswi yang masih berada di depan kelas.
Menunggu apa yang hendak dikatakannya. "Waktu akan berlalu, orang tua akan pergi meninggalkan saya... Anak pun demikian. Jika ia telah dewasa dan menikah, ia akan meninggalkan saya juga. Yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."

Kehidupan itu bagaikan bawang bombay. Ketika di kupas selapis demi
selapis, akan habis. Dan adakalanya kita dibuat menangis.

Minggu, April 18, 2010

Senyum

Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta Amsal 15:15

Senyum itu gratis tetapi hasilnya berlimpah. Senyum dapat memperkaya yang menerimanya, tanpa merugikan yang memberi. Terjadinya bagaikan kilat namun kenangannya tak terlupakan. Tiada orang yang cukup kaya yang dapat hidup tanpa senyum, dan tiada orang yang miskin yang tidak diperkaya olehnya.
Senyum menciptakan kebahagiaan di rumah, menjalin hubungan bisnis yang baik, dan tanda balasan dari para sahabat. Senyum adalah tempat pemberhentian bagi yang letih, terang bagi yang putus asa, sinar mentari bagi yang sedih, dan obat alami penyembuh masalah. Namun senyum tidak dapat dibeli, diminta, dipinjam ataupun dicuri. Karena senyum tiada berarti sampai ia diberikan.

Profesor James V. Mc.Connell, seorang psikolog di Universitas Michigan, mengekspresikan perasaannya mengenai senyuman, katanya senyuman cenderung mampu mengatasi, mengajar dan menjual lebih efektif dan membesarkan anak-anak menjadi lebih bahagia. Ada lebih banyak informasi pada wajah yang tersenyum daripada sebuah kerut dikening. Karena senyuman itulah yang mendorong semangat dan merupakan alat pengajaran yang jauh lebih efektif daripada hukuman.

Senyuman yang ramah dan hangat, keuletan dan sikap yang tulus serta jujur merupakan kombinasi yang sulit untuk dikalahkan. Karena itu mengapa kita harus menahan senyum tulus kita? Ingatlah seseorang yang wajahnya tidak pernah cerah bersinar tidak akan pernah menjadi seorang bintang

Senin, Maret 29, 2010

Sejenak jadi anak kos


Sebenarnya diriku paling ogah kalau dipanggil ke Jakarta, walau hanya sehari untuk meeting saja sangat sangat menjadi beban buat diriku. Kali ini aku mendapat surprise tak menyenangkan dari Spv Finance Kantor Pusatku di Jakarta bahwa aku diminta membantu pemberesan Accounting yang menggunakan software baru untuk closing tahun buku 2009.

Gilee...tidak kubayangkan sebelumnya bahwa tugas ini akan jatuh di pundakku.. setengah hati deh akhirnya aku berangkat, meninggalkan mamaku sendirian di rumah. Jadwal yang diminta Jakarta selama 2 minggu, tapi aku tidak bisa mengingat tgl 28 Maret 2010 aku harus koor Minggu Palma, jadi aku tawar dari tanggal 19 Maret 2010 sampai 27 Maret 2010 malam.

Kali ini benar-benar diriku merasakan bagaimana menjadi anak kos, karena aku di Jakarta diberi fasilitas kos. Untung pas weekend aku bisa ngungsi ke kosnya temanku sehingga aku bisa diajaknya jalan-jalan. Ke gereja dan janjian dengan teman-teman dari Surabaya dan satu orang teman yang kebetulan aku kenal dari friendster. Lumayan bisa menjadi penghibur deh. Apalagi pas di kos temenku dirimu sempat masuk angin, jadi dia yang kasih obat perhatikan makanku juga. Dah kayak ceceku sendiri deh dia...

Kerja di Jakarta emang benar-benar menguras tenaga dan pikiran, setiap hari pulang jam 21.00 makan malam dulu baru balik kos. Di kos masih bersih-bersih kamar, cuci baju sampe jam setengah 11 baru kelar semua.Untung di kos, semua penghuninya rame dan baik-baik, mereka termasuk cewek yang betah ngobrol sampe malam, jadinya juga terhibur dengan tingkah mereka. Kebetulan juga dari mereka ada yang dari Surabaya.

Buatku sangat berarti sekali pengalaman hidup sebagai anak kos begini, aku ambil positifnya saja. Tapi aku tetap tidak betah berlama-lam
a di Jakarta meski di sana aku sempat bertemu beberapa teman lama (Amel, Lisa, Dian). Bagiku hidup di Surabaya jauh lebih nyaman, bebas macet, nggak stress, pulang on time, makan nggak telat-telat... pokoknya lebih segalanya deh....

Malam terakhir aku di Jakarta sempat ditraktir Roma karena dia lulus skripsi, kita jalan bareng Desy ke Artha Gading sampe jam 10 malam baru balik gara-gara drivernya ketiduran..he..he.. Malam terakhir aku sempat muntah-muntah, semua makanan keluar tanpa sisa..apalagi kalau bukan karena maagku kambuh... ya akibat makan telat terus tuh...tiap malam makan jam 9 malam, padahal di Surabaya makan selalu jam 6 sore ontime.

Sebelum kembali ke Surabaya, aku sempat bertemu Dian yg dulu sangat dekat denganku seperti adikku sendiri. Cukup lama ngobrol, tapi dia tidak mengantar ke Bandara. Sebelum pulang, kita habiskan waktu di Pasific Palace bersama Desy.

Akhirnya aku pulang juga ke Surabaya sangat menyenangkan buatku...rasanya semua beban terlepas. Aku lebih memilih pulang membawa kerjaan yang belum kelar daripada harus kembali ke Jakarta lagi, karena menurutku semua bisa dikerjakan dari Surabaya.
Suatu kebetulan, aku bertemu Handoko yang juga akan pulang ke Surabaya setelah training dari hari Jumat kemarinnya. Pesawat delay satu jam, duhh..penyakitnya Lion Air kalau dah penerbangan malam selalu sama..menyebalkan..padahal aku dah ngantuk dan capek.

Begitulah aku melewati satu sesi dalam hidupku... sejenak menjadi anak kos di Jakarta, hidup mandiri jauh dari mama.. selama 9 hari saja...ternyata memang tidak mudah...he..he..

Kamis, Maret 04, 2010

Kata Mutiara Cinta

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi,
Cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah dendam, tak pernah membalas dendam.
Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
~ Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat.
Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita?
Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya.
Itulah namanya Cinta.

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai:
Satu tetes air mata itu menyapa air mata yang satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya.
Siapa kamu pula?”. Jawab tetes air mata kedua itu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.

”Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba.
Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati.
Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan di benakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurnia itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka-

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bagian kasih sayang. 99 disimpan di sisinya dan hanya 1 bagian diturunkan ke dunia.
Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesal karena perginya tanpa berpatah kata lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti.
Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin.
Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan.
Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci.
Cuma tanah yang berlain-lainan menerimanya.
Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuh oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela.
Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka-

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta.
Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu, dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya di hatinya.
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak.
Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka.
Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah.
Untuk dicintai juga memang mudah.
Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh

Senin, Februari 22, 2010

Are You Created For Me

Sebelumnya aku begitu tertarik membaca undangan dari seorang teman untuk mengikuti Retret Are You Created For Me di Tumpang..
Begitu menggoda publikasinya..sampai aku bertekad untuk cuti dan berangkat ke Tumpang bersama teman-teman. Pendaftarannya juga susah ditembus karena kita harus daftar sepasang (cowok dan cewek) agar tidak masuk dalam waiting list. Tetapi aku berhasil mendaftar setelah merayu temanku untuk ikutan sehingga kita bisa masuk 2 pasang.
Cutiku juga sudah di approval Kantor Pusatku. Tapi yang jadi masalah adalah bagaimana dengan tugasku sebagai panitia di Felcom yang pada saat yang sama mengadakan acara Valentine. Kebetulan aku berangkat ke Tumpang 19-21 Feb 2010, sedangkan acara Felcom tanggal 20 Feb 2010. Saat itu menjadi dilema tersendiri buatku, tetapi aku mantapkan hati dan aku ijin kepada ketua panitiaku, kalau aku akan membantu bagian pendaftaran saja sehingga pada hari H aku tidak perlu hadir, tetapi sie dokumentasinya nggak ada deh...ya itulah konsekuensinya...he..he..
Saat keberangkatan ternyata di luar dugaan, peserta yang hadir sangat banyak.. sekitar 100 pasang yang mengikuti retret tersebut. Kebetulan aku dan Ira menjadi satu kamar di wisma Betlehem. Teman sekamar kami yang satu berasal dari Tuban dan satunya berasal dari Malang, lumayan kompak sih.. Di luar dugaan ternyata penghuni wisma Betlehem mayoritas anak Choice yang beberapa diantaranya aku udah kenal, dan yang bikin heboh tuh para penghuni Betlehem manusia-manusia yang ruameee polll...meski berasal dari macam-macam kota. Ada yang dari Bukit Tinggi, Kalimantan, Semarang... woouuww luar biasa...bela-belain dari jauh hanya untuk ikutan retret ini...berarti publikasinya emang bener2 mantapp dehh...
Penghuni Betlehem meski baru kenal ternyata asik juga lho.. ruamee..ada Donny, Johan, Hendrata, Arthur, Ling, Indra dll... wes pokoke ramee sampai ditegur panitia..he..he.. disamping itu ada yang epilepsi segala tuh..malem-malem sampai panggil suster.

Dari segi session sih sebenarnya retret ini tidaklah bagus..karena sessionnya malah membuat peserta tertidur. Romo Arsen sebenarnya oke kalau dia memberi homili saat misa, tapi saat memberikan session sangatlah monoton dan membosankan karena isinya hanya teori melulu. Yang cukup menarik hanya saat Suster Vianey memberikan session mengenai luka batin.
Dari segi game kayaknya kurang greget juga sih..tapi for the first time its enough. Mungkin panitia perlu banyak belajar dari penyelenggaraan retret yang baru pertama kalinya di malang ini (sebelumnya udah diadakan di Jakarta).

Bagaimanapun, apa yang telah diperoleh di retret ini memberikan sesuatu yang sangat berguna bagi kita..teman, hubungan dengan lawan jenis dan kekeluargaan diantara kami..
Semoga apa yang kita dapat dan kita bina dapat terbina terus yach...

Minggu, Januari 10, 2010

Lilin Harapan

‎Didalam suatu ruangan yg hening.... Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit lilin mulai meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Lilin yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku, mereka lbh sering bertengkar : maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi.”
“Manusia tak mau mengenalku, tak bisa memelihara iman dlm dirinya. Untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…
Seseorang saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
"Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin yg lainnya :
”Aku adalah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N yang ada di dalam hati kita masing-masing dan semoga dapat menjadi alat, seperti orang tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!


*****************************************************************
Demikian pula seperti harapan yang ada padaku agar dengan bertambah usia, semakin diberkati Tuhan dalam setiap pelayanan dan karya-karyaku.. diberikan teman hidup yang terbaik untuk mendampingi hidupku.. Semoga Tuhan berikan yang terindah pada waktunya...

Sabtu, Januari 02, 2010

Jarakku dan Dia hanya Sebatas Doa

God answers Prayers in three ways :

HE says YES & Gives you what you want..
HE says NO & Gives you something better..
HE says WAIT & Gives you the BEST in HIS Own time..

Misteri jawaban dari sebuah Doa, tak akan dapat dipecahkan pikiran Logika manusia..

Jika Permohonan kita SALAH,
ALLAH akan menjawab TIDAK..
Sesungguhnya ALLAH mengasihi kita,
Sehingga DIA tidak dapat memberikan sesuatu yang akan menyakiti/mencelaka kan kita..

Jika waktu kita SALAH,
ALLAH akan berkata 'SABAR'..
ALLAH akan menggelengkan KepalaNYA & Sekali lagi berkata 'Belum waktunya'
Sebab ALLAH mempunyai alasan untuk semua JawabanNYA..
Jangan sampai kita memaksa, seolah2 kita lebih tahu & lebih Baik dari DIA..

Jika dirimu yang SALAH,
ALLAH akan menjawab 'BERTUMBUHLAH'

Ketika Hidupmu BENAR & Waktunya TEPAT,
ALLAH akan berkata 'MARI KITA WUJUDKAN'
ALLAH mau memindahkan Gunung bagi kita..
ALLAH mau mengubah keadaan kita..
& ALLAH mau menjawab Doa kita..

Pada akhirnya, engkau akan terheran2 menyaksikan
betapa sering ALLAH akan berkata 'Mari kita wujudkan'
Jadi, Tetaplah SETIA dalam DOA..

Hendaklah kita tetap Tekun dalam DOA
& Jangan memaksakan kehendak kita,
Biarlah KehendakNYA yang terjadi..

DOA merupakan suatu bagian hubungan kita dengan TUHAN,
Binalah Hubungan yang Baik dengan TUHAN & Engkau akan mendapatkan Buahnya nanti..

Diambil dari :
The WISE LESSON & INSPIRING WORDS
(YANCE CHAN)

*************************************************************************

Semoga di tahun baru ini diriku mendapatkan berkat yang melimpah..semua harapan dan doa terkabul.... dan yang terpenting senantiasa setia dalam pelayanan...

Selasa, Desember 22, 2009

Nilai manusia dan cincin emas

Seorang pemuda mendatangi Zen-sei dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk tujuan lain?"

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya dan berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukanlah satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"

Melihat cincin Zen-sei yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."

"Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil," kata guru

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya.
Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.

Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.
Ia kembali ke padepokan Zen-sei dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zen-sei, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zen-sei dengan raut wajah yang lain dan berkata, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai cincin ini sesungguhnya. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zen-sei tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas
pertanyaan mu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya.
Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian.
Namun tidak bagi "pedagang emas".

"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan
dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk melihatnya, dan itu membutuhkan proses. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.
Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas "

Semoga sekelumit cerita di atas dapat menambah kedalaman jiwa kita dalam memandang makna hidup dan kehidupan ini.

Minggu, November 15, 2009

Homili Sabtu

Sabtu ini aku tugas di gereja, kebetulan Lingkungan ku tugas koor aku yang mesti jadi dirigennya. Lagu udah kupilih, sebagian dari Madah Bakti biar ada sesuatu yang baru suasana misa biar lagunya nggak itu itu terus deh...sekali-sekali pembaharuan yang baik kan boleh aja.

Kebetulan di Gereja St. Mikael ada seorang Frater yang sedang pastoral, namanya Fr. Catur. Untuk misa kali ini dia yang dapat tugas untuk memberi homili. Cukup mengena homilinya.

Dia bercerita tentang seorang yang suka berkelana mengembara dari tempat satu ke tempat lainnya dengan mobil jeep nya. Suatu ketika hari telah larut malam, mobil jeepnya rusak di depan sebuah biara. Dia kemudian mengetuk pintu biara dan menjelaskan keadaannya kepada kepala biara dan kemudian dia siperbolehkan menginap di sana malam itu.
Di tengah malam, dia mendengar suara Gong..Gong..Gong.. dan dia mejadi ingin tahu asal suara tersebut, kemudian keesokan harinya dia bertanay kepada kepala biara... dan dijawab bahwa kalau dia ingin mengetahui sumber suara tersebut dia harus berpuasa 40 hari 40 malam, tetapi sang pengembara tidak berkenan dan dia memilih pergi setelah penghuni biara membantu dia memperbaiki mobilnya.

Setahun berlalu, sang pengembara ketika asyik mengembara dia melewati biara itu lagi dan dia menjadi teringat dengan suara gong..gong..gong tersebut dan kali ini dia menghadap kepala biara dan menyatakan bahwa dia akan berpuasa 40 hari 40 malam di biara tersebut. Sampailah dia pada malam terakhir dia berpuasa, dia menghadap kepala biara untuk mengetahui sumber suara tersebut...
" Bolehkah aku mengetahui asal suara gong tersebut, mengingat ini hari terakhir aku berpuasa?" dan dijawab oleh kepala biara "Tentu saja, mari ikuti aku "
Mereka berdua kemudian berjalan melewati ruangan dalam biara tersebut sampai tibalah pada suatu ruangan besar, dan di sana suara gong lebih terdengar jelas tetapi banyak pintu yang harus dibuka dan pintu pertama dibuka oleh kepala biara tersebut.

Setelah pintu pertama dibuka, sang pengembara melihat pintu kedua dan dia minta dibukakan pintu tersebut. Namun sang kepala biara menyatakan tidak bisa, jika dia ingin pintu kedua dibuak sang pengembara harus membaca kitab suci sampai terbaca satu buku semua. Sang pengembara yang memang ingin tahu, dia menyanggupi membaca kitab suci tersebut sampai di malam terakhir dia selesai membaca kitab suci tersebut dia kembali menghadap sang kepala biara mohon agar pintu kedua bisa dibukakan untuknya. Sang kepala biara pun membukakan pintu tersebut, tapi ternyata masih ada pintu ketiga.

Sang pengembara juga minta agar bisa dibukakan pintu ketiga tersebut, tetapi sang kepala biara menyatakan bahwa untuk membuka pintu ketiga sang pengembara harus bekerja di biara tersebut sampai akhir tahun melayani semua yg ada di biara tersebut. Kali inipun sang pengembara menyanggupi semuanya itu dan dia bekerja siang dan malam di biara tersebut melayani semua penghuninya. Sampai pada malam terakhir dia kembali kepada kepala biara untuk minta dibukakan pintu ketiga..dan memang oleh kepala biara pintu ketiga tersebut. Ternyata sumber suara tesebut berasal dari......... "Kalau anda ingin mengetahui sumbernya, anda semua harus membaca kitab suci, berpuasa 40 hari 40 malam dan melayani sesama......he..he...

Dari Cerita tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa manusia memiliki sebuah pengharapan seperti sang pengembara.. manusia sebenarnya memiliki suatu harapan dan untuk mencapai harapan tersebut manusia harus berjuang dan berusaha. Tuhan juga akan melihat usaha kita.
Berdoa dan berusaha lha..niscaya Tuhan selalu berada disamping mu...

Rabu, November 11, 2009

Bertahan Hingga Menang

Art Berg adalah atlet berbakat yang memiliki masa depan yang cerah. Ia punya perusahaan konstruksi dan seorang tunangan yang baik dan cantik.

Pada malam Natal, ia dalam perjalanan menuju ke rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka. Karena perjalanan panjang, ia capai dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang. Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah. Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggunakan tangan dan kakinya. Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan. Teman-temannya menasehatinya agar ia melupakan pernikahannya.

Art Berg takut dan putus asa. Namun ibunya datang dan berbisik, “Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama.”
Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali. Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri.

Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan melakukan olah raga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak.

Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.

Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.Jika Anda saat ini mengalami hal itu, jangan putus asa! Hal sulit membutuhkan waktu. Hal Mustahil perlu waktu sedikit lama. Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang

-----------------------------------------------------
Yesaya 40 :
(28) Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
(29) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
(30) Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
(31) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Selasa, November 10, 2009

Kehidupan

Seorang anak mengeluh pada ayahnya, mengenai kehidupanya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertiya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel dalam panci pertama, telur di panci kedua, dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir.

Ia membiarkan mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah.Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya dimangkuk, mengangkat telur dan meletakannya di mangkuk yang lain, dan mengangkat kopi dimangkuk yang lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kamu lihat, nak?""Wortel, telur, dan kopi," jawab si anak.

Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkanya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.

Setelah itu anak bertanya, "Apa arti semua ini, ayah? "

Ayah menerangkan bahwa ketiganya telah mengahadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum di rebus kuat, keras, dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah di rebus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan unik. Setelah berada didalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

"Kamu termasuk yang mana?." Tanya ayahnya.

"Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi? Bagaimana dengan kamu?

Apakah kamu adalah wortel yang kelihatanya keras, tapi dengan penderitaan, dan kesulitan kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati yang lembut dan dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian, pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama tak berubah, tetapi apakah di dalam diri kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku.

Ataukah kamu adalah kopi ?Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang sangat menyakitkan, untuk mencapai rasa yang maksimal pada suhu 100 derajat celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat."

"Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan sekaligus membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Senin, November 09, 2009

Allah Bapa seperti "Pemulung?"

Guy's n gal's....ini aku dpt dr temen sebuah renungan yg mnrtku menarik aku shre aja, mudah2x an bisa memberi inspirasi...GBU^^ ALLAH BAPA SEPERTI PEMULUNG "

Ada satu hal di mana TUHAN tidak berkuasa untuk melakukannya" TUHAN tidak berkuasa untuk tidak menepati janjiNYA. Ia begitu setia akan janjiNYA.(Mazmur 12:7)

Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu? "Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tsb.

Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada. "Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!"

"Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar seorang anak yang lain. "Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar."

"Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga,"Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi."

"Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!" ujar seorang anak tidak mau kalah. "Allah Bapa itu Raja! Paling tinggi di antara yang lain!"

"Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat. Guru tsb tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat.

Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak2 lain. "Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?" ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak2 yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.

Eddy hampir2 tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab,"Ayah saya seorang pemulung... jadi saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung."

Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. "Eddy,"ujar ibu guru lagi. "Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?"

Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab,"Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya." Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu sendiri melainkan pemberian Allah.

Our God is able! "Not by power, not by might, but by My Spirits, says the LORD" (Zach 4:6)

Kamis, November 05, 2009

Elang di Tengah Badai

Elang tahu kapan badai akan tiba jauh sebelum berkecamuk. Ia lalu terbang ke tempat tinggi dan menunggu sampai angin tiba.

Ketika badai akhirnya datang, Elang membentangkan sayapnya sehingga angin mengenainya dan mengangkatnya ke atas badai.

Di saat badai berkecamuk di bawah, elang melayang di atasnya. Elang tidak lari dari badai. Justru menggunakan badai untuk mengangkatnya lebih tinggi. Elang menunggang angin yg mendatangkan badai.

Dalam menjalani hidup ini, saat badai kehidupan melanda, dan kita semua akan mengalaminya, kita dapat naik ke atas badai dg mengarahkan pikiran dan kepercayaan kita kepada Tuhan.

Kita bisa membuat badai tidak menghancurkan kita dengan membiarkan kekuatan Tuhan mengangkat kita ke atas badai. Tuhan membuat kita dapat menunggang angin dari badai yang mendatangkan penyakit, tragedi, kegagalan dan kekecewaan di dalam hidup. Kita dapat melayang di atas badai.

Selalu ingat, bukan beban kehidupan yang menekan kita ke bawah, tapi CARA kita MENANGANInya.

Jangan mau kalah dari Elang, BERDOALAH dengan khusuk dan sungguh2 BERUSAHA maka doamu akan DIKABULKAN... Amin..!

Rabu, November 04, 2009

Bahasa Hati

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran Dan semua itu haruslah berasal dari hati Bicaralah dengan bahasa hati maka akan sampai kehati pula.

Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras dan tajam otak anda.
Namun juga betapa lembut hati anda dalam menghadapi dan menjalani segala sesuatunya.
Anda tak akan dapat menghentikan tangis seorang bayi, Hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat, Atau membujuknya dengan permen dan kata-kata manis, Anda harus mendekapnya, Hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh didalam dada anda.

Rabu, Oktober 14, 2009

Rahasia Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.

Anak wanita itu berguman : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu
bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa
penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya." AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.
-------------------------------------------------------

Setahun yang lalu papa telah meninggalkan kami semua.....
Tidurlah dalam pangkuan Bapa.....Semoga tenang dan Bahagia selalu di sisi Bapa....
Kami tidak akan pernah menghapus kenangan indah bersama mu... papa...
Papa adalah tulang punggung kami sekeluarga yang kokoh, kuat dan bijaksana...
Kami akan selalu berjuang pa... kami tidak akan menyerah walau tanpa papa di sisi kami...
We always love you Dad......


Senin, Oktober 05, 2009

Manajemen Kehidupan

Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan sambil tidak lupa mencari payung.

Orang mengatakan bahwa kehidupan ini adalah roda yang berputar, kadang kita berada di atas, kadang kita di bawah. Tapi sadarilah saat kita di atas atau pun di bawah, Allah tetap mengasihi kita dengan sungguh-sungguh. Dia tidak pernah mencobai kita dan Dia tidak pernah membuat rancangan kecelakaan untuk kita, malah rancangan damai sejahtera dan suka cita yang telah disiapkanNya untuk kita.

Jadi kita tidak perlu melihat kehidupan dari sisi negatip dan menganggap kehidupan itu sulit, karena itu kita harus berjuang terus menerus agar dapat hidup. Kehidupan itu bukan badai yang harus kita hadapi setiap saat.

Hadapilah kehidupan dengan optimis, saat masalah datang, marilah kita tetap tabah menghadapinya serta tidak lupa untuk mencari cara untuk mengatasinya. Jadi pada saat hujan kita tetap dapat menari dan tidak lupa mempersiapkan payung.

Kita memiliki akal dan budi, karena itu manfaatkanlah keduanya agar kita dapat mengatasi segala masalah yang kita hadapi. Bila kita merasa tidak mampu lagi, percayalah Tuhan tidak akan tinggal diam. Dengan caraNya yang ajaib Ia akan membantu memecahkan masalah kita. Amin.

Jumat, Oktober 02, 2009

KERINDUAN

Kerinduan laut tak kunjung putus.
Akhirnya bersatu dengan langit diatas permukaan.

Jika cinta berjalan cukup jauh, harusnya juga akan bertemu dengan kebahagiaan.
Janji sering sama seperti kupu-kupu.
Terbang dengan indah kemudian menghilang.
Tapi aku yakin janjimu padaku.
Sama seperti musim semi yang pasti tiba.
Aku tetap membawa senyuman kesukaanmu.
Sepanjang jalan mencari keindahanmu yang hilang.
Saat airmata berlinang melewati ujung bibir.
Kuhapus dengan tangan yang pernah kau raih.
Pemandangan yang berapa banyakpun tak pernah berhenti bersandar.
Hanya satu hati mencari keindahanmu yang hilang.
Ada yang tak bisa mengatakan mana yang bagus.
Tapi siapapun tak bisa menggantikannya.
Didetik yang paling awal.
Kadang ada hal yang ditakdirkan untuk sampai tua.
Meski nasib suka bercanda.
Hati tulus akan bertemu dengan hati yang tulus.

Kamis, Oktober 01, 2009

Cinta itu apa?? Who Knows???

cinta itu boleh menyakitkan,toh aku tetap jatuh cinta
cinta ituu mungkin membuatku bersedih,toh aku tetap mau mencinta
cinta itu ajaib,toh aku merasa itu nyata di hati

cinta itu agung,toh aku tetap rela direndahkan demi cinta
cinta itu anugrah,toh aku terkadang tak punya cinta
cinta itu indah,toh aku pernah merasakan kejamnya cinta

cinta itu abadi,toh terkadang semudah itu berpindah kelain hati
CINTA ITU APA???
tapi banyak yang tak mengerti tetang artinya cinta

Senin, September 28, 2009

Hanya Ingin Mencintai

Mencintai itu menyakitkan, ketika aku tak mendapatkan perhatian lebih darinya
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku tak dianggapnya
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia lebih mengutamakan pekerjaannya daripada aku
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku melihatnya lebih senang bercengkerama dengan orang lain di bandingkan denganku.
Mencintai itu menyakitkan, ketika apa yang kulakukan untuknya tidak berarti di matanya
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku berusaha memahami dirinya, tapi dia tak mengerti juga
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia tidak ingat tanggal ulang tahunku
Mencintai itu menyakitkan, ketika cintanya telah memudar untukku
Mencintai itu menyakitkan, ketika lambat laun dia menjauh dariku
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia mulai meninggalkanku tanpa ada kata-kata
Mencintai itu menyakitkan, ketika sms-ku tidak di balasnya
Mencintai itu menyakitkan, ketika tak ada kabar berita darinya sedikitpun
Mencintai itu menyakitkan, ketika menunggu kedatangannya tapi dia tak kunjung juga datang padaku.

Sama seperti Dia yang telah mencintai kita dengan sepenuh hati-Nya, untuk kita semua, dimana Dia tidak pernah menuntut kita dan membebaskan kita dalam menentukan sikap kita.
Dia yang telah rela mengorbankan diri, supaya kita dibebaskan dari kematian dan kelak dapat memperoleh kehidupan kekal di surga.
Betapa sakitnya Dia ketika semua mata berpaling dari-Nya, ketika Dia menderita dan memperoleh deraan yang begitu panjang, hingga sampai pada puncaknya Dia wafat di kayu salib. Hinaan, cacian, makian dan siksaan yang Dia alami, tanpa mendapatkan pembelaan, dan Dia sendiri tidak melawan dan berontak terhadap apa yang dihadapi-Nya. Namun dengan sabar Dia menerima semua penderitaan itu demi kita.

Hati-Nya pasti terasa sakit ketika melihat kita berjalan menjauh dari-Nya, tidak mempedulikan-Nya dan lari dari-Nya.
Padahal setiap kali kita melakukan kesalahan, sebelum kita meminta ampun Dia telah mengampuni kita, dan berapa kalipun kita melakukan kesalahan yang sama Diapun selalu membuka tangan dan mau untuk merangkul kita kembali kepada-Nya.
Tapi apakah balasan yang telah kita lakukan untuk-Nya, kita selalu lari dari-Nya, meninggalkan-Nya ketika kita memperoleh kesenangan duniawi. Dan kita hanya datang pada-Nya ketika pencobaan itu hadir di hidup kita, setelah pencobaan itu reda kembali kita menjauh dari-Nya.

Cinta-Nya tanpa batas inilah yang menyelamatkan kita, Dia hanya ingin kita datang pada-Nya, supaya kita juga bisa mendapatkan semangat cinta kasih-Nya, kelembutan hati-Nya, kebijaksanaan-Nya dalam bertindak, pengorbanan hidup-Nya untuk sesama, kesabaran-Nya dalam menghadapi pencobaan, kemurahan hati-Nya dalam memberi, pengampunan atas segala dosa yang telah kita lakukan. Ini semua akan diberikan pada kita jika kita mau membuka hati kita untuk-Nya, mau meluangkan waktu kita untuk lebih mengenal-Nya, mau untuk memberikan hati kita pada-Nya, dan mau untuk setia kepada-Nya.
Kehidupan akan menjadi indah ketika kita mengundang-Nya masuk ke dalam kehidupan kita, dengan mengundang-Nya dan memahami kehendak-Nya, rasa cinta terhadap sesama akan timbul dengan sendirinya, disitulah kita akan mengenal cinta yang tanpa batas, dan cinta yang membebaskan kita dari rasa menuntut terhadap apa yang telah kita perbuat untuk orang yang kita sayangi, juga untuk sesama.
Cinta-Nya yang tulus, murni dan suci ini di karenakan Dia begitu mencintai kita, dan Dia hanya mencintai kita tanpa menuntut balasan dari kita.

Tuhanku ajari aku untuk bisa mencintai tanpa batas. Dan aku “hanya ingin mencintai”, mencintai yang membebaskan aku dari rasa menuntut untuk lebih dipahami, lebih diperhatikan, lebih menginginkan dia menjadi seperti yang aku mau.
Dia tak pernah memberiku sebuah harapan, dan aku juga tidak memiliki harapan pada dirinya, meskipun demikian aku sungguh-sungguh mencintainya, dan ingin memberikan yang terbaik yang aku miliki yaitu hatiku, hatiku yang tulus mencintanya, karena aku tidak memiliki sesuatu yang lainnya.
Dan ketika aku “hanya ingin mencintai”, maka mencintai takkan lagi menyakitkan bagiku, mencintai menjadi indah dengan menyatunya berbagai rasa di dalamnya, rasa senang, rasa sedih, rasa kecewa, rasa bangga, rasa terharu, rasa marah dan sebagainya. Semua bersatu menjadi suka cita pada-Mu Tuhan, karena Kau memberiku kesempatan untuk mencintai-Mu dan mencintai dirinya.
Biarkan cinta ini terus tumbuh tanpa batasan, dan ketika Kau renggut ini semua dariku Tuhan, aku tetap bisa mencintainya dan dapat memberikan sebuah senyuman indah untuk dirinya.

“Mencintai itu indah, lebih indah lagi jika kita hanya ingin mencintai tanpa mngharapkan balasan”