Coretan simple ini merupakan refleksi dari beberapa sumber inspirasi. Perenungan hidup...advice yang bukan bermaksud menggurui...about God...about Human Being...about Life...and about love...so naturally...
Welcome to My Special Journal
Selamat datang Guys... Semoga perenungan yang sederhana ini bisa memberikan pelajaran dan harapan bagi semua saja yang membacanya...
Thanks and God Bless You..
Mengenai Saya
- Swandi Rahayu
- Saya sangat menghargai persahabatan... hidup sosial dengan teman-teman adalah kebutuhan.. Its a small world
Selasa, Desember 22, 2009
Nilai manusia dan cincin emas
Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya dan berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukanlah satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?"
Melihat cincin Zen-sei yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu."
"Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil," kata guru
Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya.
Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak.
Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.
Ia kembali ke padepokan Zen-sei dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."
Zen-sei, sambil tetap tersenyum arif, berkata, "Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."
Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zen-sei dengan raut wajah yang lain dan berkata, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai cincin ini sesungguhnya. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."
Zen-sei tersenyum simpul sambil berujar lirih, "Itulah jawaban atas
pertanyaan mu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya.
Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian.
Namun tidak bagi "pedagang emas".
"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan
dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk melihatnya, dan itu membutuhkan proses. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.
Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas "
Semoga sekelumit cerita di atas dapat menambah kedalaman jiwa kita dalam memandang makna hidup dan kehidupan ini.
Minggu, November 15, 2009
Homili Sabtu
Kebetulan di Gereja St. Mikael ada seorang Frater yang sedang pastoral, namanya Fr. Catur. Untuk misa kali ini dia yang dapat tugas untuk memberi homili. Cukup mengena homilinya.
Dia bercerita tentang seorang yang suka berkelana mengembara dari tempat satu ke tempat lainnya dengan mobil jeep nya. Suatu ketika hari telah larut malam, mobil jeepnya rusak di depan sebuah biara. Dia kemudian mengetuk pintu biara dan menjelaskan keadaannya kepada kepala biara dan kemudian dia siperbolehkan menginap di sana malam itu.
Di tengah malam, dia mendengar suara Gong..Gong..Gong.. dan dia mejadi ingin tahu asal suara tersebut, kemudian keesokan harinya dia bertanay kepada kepala biara... dan dijawab bahwa kalau dia ingin mengetahui sumber suara tersebut dia harus berpuasa 40 hari 40 malam, tetapi sang pengembara tidak berkenan dan dia memilih pergi setelah penghuni biara membantu dia memperbaiki mobilnya.
Setahun berlalu, sang pengembara ketika asyik mengembara dia melewati biara itu lagi dan dia menjadi teringat dengan suara gong..gong..gong tersebut dan kali ini dia menghadap kepala biara dan menyatakan bahwa dia akan berpuasa 40 hari 40 malam di biara tersebut. Sampailah dia pada malam terakhir dia berpuasa, dia menghadap kepala biara untuk mengetahui sumber suara tersebut...
" Bolehkah aku mengetahui asal suara gong tersebut, mengingat ini hari terakhir aku berpuasa?" dan dijawab oleh kepala biara "Tentu saja, mari ikuti aku "
Mereka berdua kemudian berjalan melewati ruangan dalam biara tersebut sampai tibalah pada suatu ruangan besar, dan di sana suara gong lebih terdengar jelas tetapi banyak pintu yang harus dibuka dan pintu pertama dibuka oleh kepala biara tersebut.
Setelah pintu pertama dibuka, sang pengembara melihat pintu kedua dan dia minta dibukakan pintu tersebut. Namun sang kepala biara menyatakan tidak bisa, jika dia ingin pintu kedua dibuak sang pengembara harus membaca kitab suci sampai terbaca satu buku semua. Sang pengembara yang memang ingin tahu, dia menyanggupi membaca kitab suci tersebut sampai di malam terakhir dia selesai membaca kitab suci tersebut dia kembali menghadap sang kepala biara mohon agar pintu kedua bisa dibukakan untuknya. Sang kepala biara pun membukakan pintu tersebut, tapi ternyata masih ada pintu ketiga.
Sang pengembara juga minta agar bisa dibukakan pintu ketiga tersebut, tetapi sang kepala biara menyatakan bahwa untuk membuka pintu ketiga sang pengembara harus bekerja di biara tersebut sampai akhir tahun melayani semua yg ada di biara tersebut. Kali inipun sang pengembara menyanggupi semuanya itu dan dia bekerja siang dan malam di biara tersebut melayani semua penghuninya. Sampai pada malam terakhir dia kembali kepada kepala biara untuk minta dibukakan pintu ketiga..dan memang oleh kepala biara pintu ketiga tersebut. Ternyata sumber suara tesebut berasal dari......... "Kalau anda ingin mengetahui sumbernya, anda semua harus membaca kitab suci, berpuasa 40 hari 40 malam dan melayani sesama......he..he...
Dari Cerita tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa manusia memiliki sebuah pengharapan seperti sang pengembara.. manusia sebenarnya memiliki suatu harapan dan untuk mencapai harapan tersebut manusia harus berjuang dan berusaha. Tuhan juga akan melihat usaha kita.
Berdoa dan berusaha lha..niscaya Tuhan selalu berada disamping mu...
Rabu, November 11, 2009
Bertahan Hingga Menang
Pada malam Natal, ia dalam perjalanan menuju ke rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka. Karena perjalanan panjang, ia capai dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang. Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah. Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggunakan tangan dan kakinya. Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan. Teman-temannya menasehatinya agar ia melupakan pernikahannya.
Art Berg takut dan putus asa. Namun ibunya datang dan berbisik, “Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama.”
Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali. Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri.
Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan melakukan olah raga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak.
Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.
Kadang-kadang sesuatu tidak berjalan seperti yang kita harapkan.Jika Anda saat ini mengalami hal itu, jangan putus asa! Hal sulit membutuhkan waktu. Hal Mustahil perlu waktu sedikit lama. Tetapi orang yang bertahan sampai akhir akan menang
-----------------------------------------------------
Yesaya 40 :
(28) Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
(29) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
(30) Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
(31) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Selasa, November 10, 2009
Kehidupan
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel dalam panci pertama, telur di panci kedua, dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir.
Ia membiarkan mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah.Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya dimangkuk, mengangkat telur dan meletakannya di mangkuk yang lain, dan mengangkat kopi dimangkuk yang lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kamu lihat, nak?""Wortel, telur, dan kopi," jawab si anak.
Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkanya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.
Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.
Setelah itu anak bertanya, "Apa arti semua ini, ayah? "
Ayah menerangkan bahwa ketiganya telah mengahadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum di rebus kuat, keras, dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah di rebus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan unik. Setelah berada didalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.
"Kamu termasuk yang mana?." Tanya ayahnya.
"Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi? Bagaimana dengan kamu?
Apakah kamu adalah wortel yang kelihatanya keras, tapi dengan penderitaan, dan kesulitan kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.
Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati yang lembut dan dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian, pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama tak berubah, tetapi apakah di dalam diri kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku.
Ataukah kamu adalah kopi ?Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang sangat menyakitkan, untuk mencapai rasa yang maksimal pada suhu 100 derajat celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat."
"Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan sekaligus membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.
Senin, November 09, 2009
Allah Bapa seperti "Pemulung?"
Ada satu hal di mana TUHAN tidak berkuasa untuk melakukannya" TUHAN tidak berkuasa untuk tidak menepati janjiNYA. Ia begitu setia akan janjiNYA.(Mazmur 12:7)
Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu? "Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tsb.
Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada. "Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!"
"Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar seorang anak yang lain. "Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar."
"Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga,"Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi."
"Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!" ujar seorang anak tidak mau kalah. "Allah Bapa itu Raja! Paling tinggi di antara yang lain!"
"Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat. Guru tsb tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat.
Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak2 lain. "Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?" ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak2 yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.
Eddy hampir2 tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab,"Ayah saya seorang pemulung... jadi saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung."
Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. "Eddy,"ujar ibu guru lagi. "Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?"
Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab,"Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya." Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.
Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu sendiri melainkan pemberian Allah.
Our God is able! "Not by power, not by might, but by My Spirits, says the LORD" (Zach 4:6)
Kamis, November 05, 2009
Elang di Tengah Badai
Ketika badai akhirnya datang, Elang membentangkan sayapnya sehingga angin mengenainya dan mengangkatnya ke atas badai.
Di saat badai berkecamuk di bawah, elang melayang di atasnya. Elang tidak lari dari badai. Justru menggunakan badai untuk mengangkatnya lebih tinggi. Elang menunggang angin yg mendatangkan badai.
Dalam menjalani hidup ini, saat badai kehidupan melanda, dan kita semua akan mengalaminya, kita dapat naik ke atas badai dg mengarahkan pikiran dan kepercayaan kita kepada Tuhan.
Kita bisa membuat badai tidak menghancurkan kita dengan membiarkan kekuatan Tuhan mengangkat kita ke atas badai. Tuhan membuat kita dapat menunggang angin dari badai yang mendatangkan penyakit, tragedi, kegagalan dan kekecewaan di dalam hidup. Kita dapat melayang di atas badai.
Selalu ingat, bukan beban kehidupan yang menekan kita ke bawah, tapi CARA kita MENANGANInya.
Jangan mau kalah dari Elang, BERDOALAH dengan khusuk dan sungguh2 BERUSAHA maka doamu akan DIKABULKAN... Amin..!
Rabu, November 04, 2009
Bahasa Hati
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran Dan semua itu haruslah berasal dari hati Bicaralah dengan bahasa hati maka akan sampai kehati pula.
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras dan tajam otak anda.
Namun juga betapa lembut hati anda dalam menghadapi dan menjalani segala sesuatunya.
Anda tak akan dapat menghentikan tangis seorang bayi, Hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat, Atau membujuknya dengan permen dan kata-kata manis, Anda harus mendekapnya, Hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh didalam dada anda.
Rabu, Oktober 14, 2009
Rahasia Hati Seorang Ayah
Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.
Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.
Anak wanita itu berguman : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.
Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.
Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalubertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.
Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa
penasarannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "
"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "
"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "
"Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."
"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "
"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."
"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "
"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat."
Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya." AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.
-------------------------------------------------------
Setahun yang lalu papa telah meninggalkan kami semua.....
Tidurlah dalam pangkuan Bapa.....Semoga tenang dan Bahagia selalu di sisi Bapa....
Kami tidak akan pernah menghapus kenangan indah bersama mu... papa...
Papa adalah tulang punggung kami sekeluarga yang kokoh, kuat dan bijaksana...
Kami akan selalu berjuang pa... kami tidak akan menyerah walau tanpa papa di sisi kami...
We always love you Dad......
Senin, Oktober 05, 2009
Manajemen Kehidupan
Orang mengatakan bahwa kehidupan ini adalah roda yang berputar, kadang kita berada di atas, kadang kita di bawah. Tapi sadarilah saat kita di atas atau pun di bawah, Allah tetap mengasihi kita dengan sungguh-sungguh. Dia tidak pernah mencobai kita dan Dia tidak pernah membuat rancangan kecelakaan untuk kita, malah rancangan damai sejahtera dan suka cita yang telah disiapkanNya untuk kita.
Jadi kita tidak perlu melihat kehidupan dari sisi negatip dan menganggap kehidupan itu sulit, karena itu kita harus berjuang terus menerus agar dapat hidup. Kehidupan itu bukan badai yang harus kita hadapi setiap saat.
Hadapilah kehidupan dengan optimis, saat masalah datang, marilah kita tetap tabah menghadapinya serta tidak lupa untuk mencari cara untuk mengatasinya. Jadi pada saat hujan kita tetap dapat menari dan tidak lupa mempersiapkan payung.
Kita memiliki akal dan budi, karena itu manfaatkanlah keduanya agar kita dapat mengatasi segala masalah yang kita hadapi. Bila kita merasa tidak mampu lagi, percayalah Tuhan tidak akan tinggal diam. Dengan caraNya yang ajaib Ia akan membantu memecahkan masalah kita. Amin.
Jumat, Oktober 02, 2009
KERINDUAN
Akhirnya bersatu dengan langit diatas permukaan.
Jika cinta berjalan cukup jauh, harusnya juga akan bertemu dengan kebahagiaan.
Janji sering sama seperti kupu-kupu.
Terbang dengan indah kemudian menghilang.
Tapi aku yakin janjimu padaku.
Sama seperti musim semi yang pasti tiba.
Aku tetap membawa senyuman kesukaanmu.
Sepanjang jalan mencari keindahanmu yang hilang.
Saat airmata berlinang melewati ujung bibir.
Kuhapus dengan tangan yang pernah kau raih.
Pemandangan yang berapa banyakpun tak pernah berhenti bersandar.
Hanya satu hati mencari keindahanmu yang hilang.
Ada yang tak bisa mengatakan mana yang bagus.
Tapi siapapun tak bisa menggantikannya.
Didetik yang paling awal.
Kadang ada hal yang ditakdirkan untuk sampai tua.
Meski nasib suka bercanda.
Hati tulus akan bertemu dengan hati yang tulus.
Kamis, Oktober 01, 2009
Cinta itu apa?? Who Knows???
cinta ituu mungkin membuatku bersedih,toh aku tetap mau mencinta
cinta itu ajaib,toh aku merasa itu nyata di hati
cinta itu agung,toh aku tetap rela direndahkan demi cinta
cinta itu anugrah,toh aku terkadang tak punya cinta
cinta itu indah,toh aku pernah merasakan kejamnya cinta
cinta itu abadi,toh terkadang semudah itu berpindah kelain hati
CINTA ITU APA???
tapi banyak yang tak mengerti tetang artinya cinta
Senin, September 28, 2009
Hanya Ingin Mencintai
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku tak dianggapnya
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia lebih mengutamakan pekerjaannya daripada aku
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku melihatnya lebih senang bercengkerama dengan orang lain di bandingkan denganku.
Mencintai itu menyakitkan, ketika apa yang kulakukan untuknya tidak berarti di matanya
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku berusaha memahami dirinya, tapi dia tak mengerti juga
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia tidak ingat tanggal ulang tahunku
Mencintai itu menyakitkan, ketika cintanya telah memudar untukku
Mencintai itu menyakitkan, ketika lambat laun dia menjauh dariku
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia mulai meninggalkanku tanpa ada kata-kata
Mencintai itu menyakitkan, ketika sms-ku tidak di balasnya
Mencintai itu menyakitkan, ketika tak ada kabar berita darinya sedikitpun
Mencintai itu menyakitkan, ketika menunggu kedatangannya tapi dia tak kunjung juga datang padaku.
Sama seperti Dia yang telah mencintai kita dengan sepenuh hati-Nya, untuk kita semua, dimana Dia tidak pernah menuntut kita dan membebaskan kita dalam menentukan sikap kita.
Dia yang telah rela mengorbankan diri, supaya kita dibebaskan dari kematian dan kelak dapat memperoleh kehidupan kekal di surga.
Betapa sakitnya Dia ketika semua mata berpaling dari-Nya, ketika Dia menderita dan memperoleh deraan yang begitu panjang, hingga sampai pada puncaknya Dia wafat di kayu salib. Hinaan, cacian, makian dan siksaan yang Dia alami, tanpa mendapatkan pembelaan, dan Dia sendiri tidak melawan dan berontak terhadap apa yang dihadapi-Nya. Namun dengan sabar Dia menerima semua penderitaan itu demi kita.
Hati-Nya pasti terasa sakit ketika melihat kita berjalan menjauh dari-Nya, tidak mempedulikan-Nya dan lari dari-Nya.
Padahal setiap kali kita melakukan kesalahan, sebelum kita meminta ampun Dia telah mengampuni kita, dan berapa kalipun kita melakukan kesalahan yang sama Diapun selalu membuka tangan dan mau untuk merangkul kita kembali kepada-Nya.
Tapi apakah balasan yang telah kita lakukan untuk-Nya, kita selalu lari dari-Nya, meninggalkan-Nya ketika kita memperoleh kesenangan duniawi. Dan kita hanya datang pada-Nya ketika pencobaan itu hadir di hidup kita, setelah pencobaan itu reda kembali kita menjauh dari-Nya.
Cinta-Nya tanpa batas inilah yang menyelamatkan kita, Dia hanya ingin kita datang pada-Nya, supaya kita juga bisa mendapatkan semangat cinta kasih-Nya, kelembutan hati-Nya, kebijaksanaan-Nya dalam bertindak, pengorbanan hidup-Nya untuk sesama, kesabaran-Nya dalam menghadapi pencobaan, kemurahan hati-Nya dalam memberi, pengampunan atas segala dosa yang telah kita lakukan. Ini semua akan diberikan pada kita jika kita mau membuka hati kita untuk-Nya, mau meluangkan waktu kita untuk lebih mengenal-Nya, mau untuk memberikan hati kita pada-Nya, dan mau untuk setia kepada-Nya.
Kehidupan akan menjadi indah ketika kita mengundang-Nya masuk ke dalam kehidupan kita, dengan mengundang-Nya dan memahami kehendak-Nya, rasa cinta terhadap sesama akan timbul dengan sendirinya, disitulah kita akan mengenal cinta yang tanpa batas, dan cinta yang membebaskan kita dari rasa menuntut terhadap apa yang telah kita perbuat untuk orang yang kita sayangi, juga untuk sesama.
Cinta-Nya yang tulus, murni dan suci ini di karenakan Dia begitu mencintai kita, dan Dia hanya mencintai kita tanpa menuntut balasan dari kita.
Tuhanku ajari aku untuk bisa mencintai tanpa batas. Dan aku “hanya ingin mencintai”, mencintai yang membebaskan aku dari rasa menuntut untuk lebih dipahami, lebih diperhatikan, lebih menginginkan dia menjadi seperti yang aku mau.
Dia tak pernah memberiku sebuah harapan, dan aku juga tidak memiliki harapan pada dirinya, meskipun demikian aku sungguh-sungguh mencintainya, dan ingin memberikan yang terbaik yang aku miliki yaitu hatiku, hatiku yang tulus mencintanya, karena aku tidak memiliki sesuatu yang lainnya.
Dan ketika aku “hanya ingin mencintai”, maka mencintai takkan lagi menyakitkan bagiku, mencintai menjadi indah dengan menyatunya berbagai rasa di dalamnya, rasa senang, rasa sedih, rasa kecewa, rasa bangga, rasa terharu, rasa marah dan sebagainya. Semua bersatu menjadi suka cita pada-Mu Tuhan, karena Kau memberiku kesempatan untuk mencintai-Mu dan mencintai dirinya.
Biarkan cinta ini terus tumbuh tanpa batasan, dan ketika Kau renggut ini semua dariku Tuhan, aku tetap bisa mencintainya dan dapat memberikan sebuah senyuman indah untuk dirinya.
“Mencintai itu indah, lebih indah lagi jika kita hanya ingin mencintai tanpa mngharapkan balasan”
Jumat, Desember 19, 2008
Keong Pengetahuan
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan. Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.. Pelankan langkah, tenangkan hati....Oh....Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga. Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut. Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing..Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ? Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga! Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya. 'He's here and with me for a reason'
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.
Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu,Ingat untuk bersyukur padanya.Karena ialah yang mengubah hidupmu.
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih. Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.
Saat bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya. Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.
Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia. Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu
Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya. Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.
Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati
Kamis, November 13, 2008
Kasih Mama
Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia. Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).
Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya. Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria.
Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar. Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria... Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya. Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.
Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini,tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?
Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. 'Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua', kata sang ibu.
Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut. Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.
==========000000000 0==============
Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. ..
Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman. Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dariobat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar. Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian. Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu ............ .
==========000000000 0======== ======
Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya... Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu 'Shi Sang Chi You Mama
Hau'(terjemahannya 'Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik'). Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya mencuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih mencuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas. Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal.
Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai. Sang anak segera pergi ke toko tsb,
yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. 'Apakah kamu punya uang?' tanya sang pemilik toko. 'Tidak sekarang, nanti saya akan punya', kata sang anak dengan serius. Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2. Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya 'Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?'. 'Saya tidak mencuri, kakek.Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah' kata sang anak. Sang pemilik toko
tampak kagum pada anak tsb.
Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, darimana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab. 'Apakah kamu mencuri, Nak?' Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri.
'Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?' kata sang ibu.
Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya. Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya.
'Ia sebenarnya anak yang baik', kata salah satu tetangganya.
Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketikamengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan.
Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.
'Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya'.
Sang anak mengikuti nasehat kakek itu.Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya. Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb,begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu. 'Maafkan saya, Nak.''Tidak Bu, saya yang bersalah'... ......... ..
===========000= ========= =======
Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini,karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak. Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu. Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mengizinkan.
===========000= ========= ========
Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya. Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya. Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikanlagu 'Shi Sang Chi You Mama Hau', lagu kesayangan mereka.
Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak. Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu.
'Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak' kata ibu.
'Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu', kata sang anak.
Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat. Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak.
'Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu',teriak sang anak dengan nada yang polos.
Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata 'Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini.Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu.'
'Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi', sang anak mulai menangis.
Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2
'Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu'.
Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan 'Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini', ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb.
Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan. Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik.
Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Iatelah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta. Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik.
Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga........ .. ..
============ 000====== ===
Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya,yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.
Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk didepan rumah tsb, menangis 'Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi.'
Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar. Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisipun dihubungi untuk melaporkan anak hilang. Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu
segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu. Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibumembakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.
Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan kerumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, danberguling2 jatuh ke bawah....... ... ..
=========== 000====== ========
Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil. Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi.
Saat melaju dengan mobil, dipersimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidakpernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit. Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacarnya untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah 'Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?' Sang anak merasa mengenal wanita tua itu.
Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu 'Shi Sang Ci You Mama Hau' dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru 'Ibu? Ini saya ibu'.Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya,'Apakah kamu ??..(nama anak itu)?'
'Benar bu, saya adalah anak ibu?'. Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahibumi .............. .Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya,tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.
============ ========000= ========= ========= ========
Untuk kita renungkan bersama-sama:
Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya..Simaklah penggalan doa keputus asaan berikut ini, di saat Ibu masih muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :
1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.
Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/i kandung Anda,diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ...........Tidak diragukan lagi 'Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini
Kamis, Oktober 23, 2008
Bersyukur, bersyukur dan bersyukurlah...
Justru saat kita mengalami kelam
Justru saat kita terbebankan
Justru saat sang diri tertekan
Justru saat terpojokkan
Justru saat badan dalam kegelapan
Karena
Bersyukur membuat beban dipundak menjadi ringan
Bersyukur membuat lelah dipundak menjadi lepas
Bersyukur membuat beban di dada menjadi lega
Bersyukur membuat kerumitan menjadi bening…
Bersyukur melepaskan
Bersyukur meringankan
Bersyukur membebaskan
Bersyukur membuat baru
Bersyukur melahirkan jiwa yg putih
Jiwa yg lebih suci
Jiwa yg dekat dan sangat dekat
Dengan sang empunya diri ini/
Sang ilahi…Sang Akbar…
Dia yang maha besar
Bersyukur dalam hal ini tidak hanya saat kita bersuka..
justru kita diuji ketika kita sedang dalam kondisi sedih ataupun susah.
Senin, Oktober 20, 2008
We love You Dady...Bye...
Jumat tanggal 26 September 2008 papaku di USG tapi hasilnya kurang meyakinkan. Tapi dari test tumornya kemarin hasilnya ada indikasi tumor karena CEA dan CA nya tinggi sekali di atas batas normal...jadinya tgl 27 September 2008 di CT Scan lagi. Sorenya aku janjian sama Dokter Bedah untuk baca hasil CT Scan ternyata hasilnya begitu mengejutkan karena hasilnya jelek banget. Tumor udah menyebar di empedu, saluran pankreas kena buntu tumor sehingga cairan pankreas tidak bisa turun ke empedunya. Empedunya molor, kena livernya sehingga badannya kuning dan fungsi livernya terganggu. Dokter menyarankan dibedah dengan membuat saluran untuk menurunkan cairannya. Biaya nya 20 juta an, dengan tingkat sukses 70% dan umur diperpanjang setahun saja. Kalau dibiarkan saja tanpa dibedah perkiraan umur medisnya hanya sebulan dengan kondisi drop yang pelahan-lahan. Badan akan panas, tidak suka makan, mual, berak darah, dan saat itulah fungsi liver akan shut down. Orangnya akan meninggal. Begitulah penjelasan dokter. Kita jadi shock mendengar hasil CT Scannya.
Hari-hari selanjutnya papaku minta pulang terus, kondisinya kadang panas juga tapi dia masih bisa makan. Sampai Jumat tanggal 03 Oktober 2008 kita ketemu sama dokter bedah nya lagi (Dr. Iwan Kristiawan) dia ada alternatif lain yaitu dengan model suntik by CT Scan yg disuntikkan di permukaan kulit dekat pankreasnya lalu diberi selang biasa. Biaya sekali suntik 5 jutaan tapi hanya bisa 5 hari saja dan harus ganti selang lagi. Oh my God..makin parah deh kayaknya kalu mesti dibegitukan. Hari ini papaku mesti tambah darah karena Hb nya cuma 8. jadinya aku mondar mandir ke PMI karena aku minta bebas virus. Ambil selangnya dulu ke PMI terus dibawa lagi ke RKZ untuk di lab bebas virus. Sampai jam 13.00 aku nyampai di RKZ lalu aku pulang rumah. Jam 17.15 pas ke RKZ aku disuruh ambil darahnya di PMI jadinya aku balik lagi ke PMI.
Selasa tanggal 07 Oktober 2008 kita beri keputusan ke dokter Bowo kalau keluarga keberatan dibedah, oleh beliau disiapkan pulang rumah. Infus dicopot hari itu juga dan besoknya boleh pulang.
Rabu tanggal 08 Oktober 2008 papa boleh pulang, dia sangat ingin pulang lho..pagi-pagi tanganku ditarik diajaki pulang "Ayo..pulang" katanya dengan kata-kata yang mesti diterjemahkan dan dimengerti berkali-kali (maklum dia stroke sehingga bicaranya susah dimengerti). Dokter Bowo pesan kalau memang nanti di rumah kondisinya dia panas tinggi dan tidak doyan makan atau mencret-mencret dia harus dilarikan ke RS segera.
Kamis tanggal 09 Oktober 2008 aku ke RKZ lagi karena masih ada sisa infus yang bisa ditukarkan di farmasi. Gak sengaja akau ketemu Dokter Bowo dan dia tanya kondisi papaku. Aku bilang pipisnya kok kayak teh lagi..dia jawab gak papa dah..yang penting makannya tidak susah. Ntar minggu depan kontrol lagi ya...gitu pesan beliau.
Di rumah papaku dirawat suster, biasa aja sih kondisinya. Hari Minggu 12 Okt 2008 dia ketemu teman lamanya yang biasa tusuk jarum dan biasa dateng seminggu sekali nengok (kali ini dah hampir 2 bulan dia tidak datang, dan kebetulan Minggu dia sempatkan nengok..maklum teman dari SD sampai tua). Dia masih bisa bilang lewat isyarat kalau perutnya sakit, terus ketika ditanya alamat teman SD nya dia jawab dengan tangannya kalau dia tidak tahu...ternyata itu adalah pertemuan terakhir sahabat dari kecil tersebut.
Senin tanggal 13 Oktober 2008 papa panas tinggi sampai 39 derajat....sampai dikompres segala (Sebelumnya suhu tubuhnya 37-38 derajat) tapi kali ini memang lebih tinggi dari biasanya sehingga diberi obat penurun panas. Sampai jam 12 malam aku belum bobok, aku cek kondisinya dan yang aku heran adalah bagian badan yang panas hanya sekitar dada sampai perut saja. Bagian kepala dan tangannya tidak panas sama sekali.
Selasa tanggal 14 Oktober 2008 paginya aku merasakan sesuatu yang gak enak di hatiku karena papaku gak buka matanya ketika dipanggil makan..tapi disuapi masih bisa. Aku berusaha membuang pikiran jelekku. Siangnya mama telepon ke kantor karena badannya masih 38 derajat C, aku tetap suruh kasih obat penurun panas dan dikompres. Sampai di sini aku nggak merasa sesuatu dan tidak mendapat firasat apapun. Ketika aku pulang sampai rumah, aku parkir mobilku, aku lihat ada kokoku dateng ke rumah pak RT...aku langsung deg..wah sesuatu terjadi nih!! begitu pikirku....sampai mamaku yang bilang kalau papaku dah meninggal. Kokoku langsung suruh aku cari dokter buat minta surat keterangan, tapi aku telepon Petrus temanku SMA dia gak angkat..ditelepon di rumah dia lagi tidur. Telepon Dr. Luna dia lagi praktek, cari dokter di daerah rumahku juga belum dateng. Belum lagi kasih kabar saudara-saudara...repot banget deh pokoknya..nggak sempet nangis segala macem. Akhirnya ada tetanggaku yang kenal Sama jasa pemakaman Tiara kasih tahu kalau bisa tanpa surat nanti Tiara yang akan atur. sekitar 18.45 WIB jenasah diangkat ke Adi Jasa, dan di sana diperiksa dokter Forensik lalu dimandikan, malam itu juga jenasah dimandikan dan di rias...papaku terlihat sangat kurus dan badannya kuning banget. Begitu selesai dirias, dimasukkan di cold storage karena tutup peti baru dilaksanakan 15 Oktober 2008 jam 15.00. Kita pulangnya masih lihat peti matinya sama memastikan paket biayanya sekalian. Malam ini mataku enggan terpejam meski badanku capek sekali.....seperti film yang diputar di memori otakku semua terlihat jelas....semua serasa diputar balik... semua hal yang terjadi, semua hal yang dialami bersama papaku tak mampu membuat mataku terpejam sampai jam 03.30 akhirnya aku kelelahan dan tertidur sebentar karena pk. 05.30 WIB aku terjaga kembali.
Rabu tanggal 15 Oktober 2008, hari ini mestinya papaku kontrol ke dokter Bowo tapi dia keburu meninggal. Aku sms dokter Bowo buat say thank you dan kasih tahu kalau pasiennya sudah mengahadap yang Kuasa. Hari ini tutup peti dilaksanakan jam 15.00 WIB dengan sembayangan ala Kong Hu Cu. Sorenya banyak pelayat yang datang antara lain si Oscar (Si Oscar sebenarnya tidak tahu kalau papaku meninggal dia paginya telepon tanya kabar papaku karena dia diberitahu cik Sugik kalau papaku umurnya tinggal sebulan), anak kantorku juga pada dateng tapi nggak ketemu aku karena aku pas pulang mandi...arek Malang pada dateng juga.. Betty, Broto dan Paimo dari SMAFRA 92 dateng...tante Ojan sama tante Dora dateng juga..ada juga beberapa orang lingkungan yang dateng bareng Ayen/Ryanto (Cik Sian, Cik Sisca, Tante Ixsora) lalu tak ketinggalan anak KKMK dan tumpas (Juliana, Deasy, Stanis, Fenny, Subur, Jati, Handoyo, Handri, Sony, WW, Ester). Pengurus ISKA (Rinus, Sinta, Venita, Diana, Hendro), Yohan Felcom, Henry Koko dari SMAFRA 92, Dikin, Isen juga pada dateng. Orang kampung juga dateng sebagian karena diajaki Aling/Ko Mo. Anak Mudika juga pada rame-rame dateng (Sisil, Toti, Theo, Agung, Tika, Christine, Sommy, Andre, Fredy, kakaknya Christine). Cukup rame deh yang datang hari ini...ditambah ponakan dan teman-teman papa. Malam ini serasa capek badan ini... membuat aku tidak mampu berbuat apapun selain tidur. Baru malam ini aku bisa tidur nyenyak setelah beberapa hari yang lalu aku kurang tidur. Semua yang melayat, bilang aku begitu kurus, aku begitu lelah..mataku tidak bisa menyembunyikan semuanya itu... memang aku lelah..aku capek...
Kamis 16 Oktober 2008 teman-teman SJA pada dateng semua (Vonny, Sandra, Indah, Rita, Yuliana, Fang2 baru, Budi komputer dan Yohan). Si Kriwul mau adain Reuni II di Adijasa ruang 25 katanya. Tapi peminatnya cuma 3 orang (Hay Tjun, Limin, Kriwul)...he..he... Si Tjien-Tjien dateng sama bojone, Sheviana juga dateng, si Vieni dateng paginya tapi gak ketemu aku coz aku masih ke Pasar Atum beli bahan untuk sembayangan. Hari ini ada beberapa teman papaku termasuk bosnya USFI yang mengutus anaknya ke Adi Jasa dan ternyata mantunya itu teman Liliana Prudential.
Jumat 17 Oktober 2008 siang si Yuli Anjasmoro sama Irwan WM dateng.. banyak sekali yang datang melayat malamnya sampai full semua tempatnya. Keponakan papa pada datang semua tanpa terkecuali. Orang lingkunganku juga dateng semua, Orang kampung juga datang, anak Felcom (Stela, Wisnu, Siska, Wina, Maya, Handoko plus Ester), Yayas n Uut, anak SMAFRA datang bergiliran (Liliana, Mira, Elizabeth, David & Linda Kotakom, Vita & Rachmad, Widyono, Benny basket, Arthur, Franky yang paling akhir Bieng n Aweng dateng jam 22.20 WIB...edan kok arek 2 iki....sampai mamaku ngantuk nunggui mereka nggak pulang-pulang dan akhirnya kita beneran pulang jam 23.45 WIB).
Sabtu 18 Oktober 2008 teman koko si Andre dateng sama istrinya tapi kokoku lagi pulang mandi. Temanku yang dateng si Lenny dan Yustinus, Liana dan Bakti, Rendy WM. Mulyono juga dateng sama Giok Lie, lalu si Inneke sama Boedi juga muncul, Ko Bambag G dan Pak Sulis juga dateng tapi gak ketemu aku karena aku bobok siang di rumah. Bu Harsono sama Stela dateng juga. Nany Luany, Ivone dan Tung Yen pada dateng sore jam 15.00. Sabtu ini keponakan pada banyak yang nggak datang karena ada yang pergi ke pesta.
Minggu 19 Oktober 2008 malam terakhirnya papaku disemayamkan di Adi Jasa. Cik De & Ko Hok Lay, A Pen sama Ismoyo dateng juga. Ko Bambangnya Me ing juga dateng sama bojo dan anak-anaknya semua siang-siang abisnya bosku pulang. Sorenya Ik Lien dateng, bu Bambang sama Esti dan Vicky dateng sore juga. Lumayan banyak sih yang dateng dari SMAFRA hari ini..ada si Antonius Indra (sore), Tono & Inge (dateng siang), Hero, Melisa & Albert, Dany Jambul & Kartika, Petrus Supardi dateng malemnya...lalu Halim, Eko Wignyo (dateng sore), Elly Kelantan dan Mega ISKA juga dateng malemnya. Budi SJA dan Sioe Mee ex SJA juga dateng malem. Yulis KKMK sama Ester dateng malem, Arek SD dateng siang bareng-bareng juga (Shin Jun, San-San besar, Edy, Vivin) Tamin sama Haryanto juga gabung mereka. Pak Erwin sama pak Agus dateng siang pas aku lagi makan di kantin (untung dah selesai makannya) lalu P. Sari dan P. Lie juga nyusul dateng di Adi Jasa. Semua keponakan papaku pada dateng Malem ini juga ada teman-temannya. Malem ini sembayangan, lalu ada upacara guncang peti jam 00.00 (saat peti diguncang, kita tidak boleh melihatnya) selesai acara sembayangan baru kita pulang sampai jam 00.30 WIB.
Senin 20 Oktober 2008 acara Kremasi papaku. Kita dateng di Adi Jasa pukul 07.20 pagi. papa dikremasikan hari ini. Berangkat dari Adi Jasa jam 08.15 menuju Jaya Pralaya Juanda yang jauhnya minta ampun deh. Banyak juga yang ikut mengantar antara lain Ku Siong, Ku Liang, Cece Ing & Bojo, Cin Liu, Ik Hong, Ling2, Anna, Ali, Wen Me. capek terasa hari ini sampai aku tidur kayak orang mati...dari siang sampai sore lanjut malem lagi...malem jam 21.00 WIB Hong Liang teman lamaku yang tinggal di Semarang juga telepon, dia juga beri semangat dan spirit buatku. Sesuatu yang sangat aku hargai apalagi kami sudah lama tidak saling kontak.
Selesai sudah semua derita sakit yang mendera papaku. Selesai sudah tugasnya di bumi ini... Aku berdoa semoga Tuhan beri dia istirahat kekal, diampuni dosa-dosanya...semoga dia diterima di sisi kananNya. Terkabulkan doaku selama ini..doa yang memohon agar Tuhan beri jalan terbaik buat papa..doa agar papaku tidak menderita sakit berlama-lama... Kami juga mohon ampun pada papa..papa selama ini sudah memberikan yang terbaik buat kami semua...we love you dad...
Sampai saat aku menulis blog ini, aku masih tidak bisa melupakan bayang-bayang papaku...masih terngiang apa yang dulu dia ucapkan buat aku ketika aku sempat ingin tidak kuliah....juga terngiang di telingaku ketika dia marah..ketika dia kesakitan....semuanya membaur dalam anganku.
Aku sudah merelakan dia pergi, Aku sudah ikhlas....aku sudah berusaha tidak menitikkan air mata ketika dia pergi...ketika dia dikremasikan...Tapi harus kuakui ketika diriku sendiri, kerap air mata itu tidak bisa aku sembunyikan.... tidak seorangpun tahu betapa sedihnya..betapa airmataku menetes setiap malam...pedih rasanya hatiku.
Semua temanku mengkhawatirkan diriku dan mamaku..semua selalu bertanya keadaanku sekarang. Semua memberikan spirit dan dukungan, semua bilang aku harus kuat dan tabah......Mungkin kondisiku sekarang masih belum prepare semuanya, tapi aku yakin aku akan mampu mengatasinya segera. In God I'm sure!!
Minggu tanggal 26 Oktober 2008 kami sekeluarga akan membuang abu papa ke laut. Semoga dia benar-benar beristirahat dengan tenang sesuai dengan amanatnya bahwa dia ingin dikremasikan dan abunya dibuang ke laut supaya anak cucunya tidak repot. Selamat jalan papa..doa kami besertamu..jangan khawatirkan kami, papa pasti akan lindungi kami dari jauh..beri kami berkat dan rejeki selalu, beri jodoh yang terbaik buat aku... kami yakin papa akan selalu melindungi kami semua dari jauh..Cinta papa tidak akan hilang begitu saja..
We Love You Dad
Jumat, September 26, 2008
Jangan Menyerah & Putus Asa
"Tuhan," katanya. "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan
"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".
"Ya," jawab pria itu.
"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.
"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.
"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah," kataNya. "Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
"Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku," kata Tuhan kepada pria itu.
"Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"
"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu."
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.
"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."
"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."
"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.
"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan
"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.
"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidupnya.
Moral dari cerita di atas:
Tuhan mempunyai Rencana yang beda untuk masing-masing ciptaanNya. Bicara kepada Tuhan dan biarkan Tuhan membantu kita menyadari tujuan itu
Jangan pernah menyesali satu haripun dari hidup anda
Hari baik memberikan kebahagiaan, hari buruk memberikan pengalaman. Keduanya sangat penting untuk hidup.
Semua orang pernah mengalami saat ingin menyerah. Jika menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup, selalu ingat, kita perlu menumbuhkan akar
Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan. Tapi dia menjanjikan kekuatan, hiburan untuk kesedihan dan cahaya untuk menerangi jalan.
Selasa, September 23, 2008
Kegagalan
Perasaan sedih dan kecewa kadang membuat kita merasa sepertinya dunia runtuh. Tapi apa iya sampai segitu? Memang, kadang-kadang terasa berat untuk kita hadapi. Entah itu kegagalan dalam sekolah, keluarga, pekerjaan maupun dalam urusan asmara.
Kita perlu melihat persoalan ini dengan pikiran yang jernih, sebab kalau di pikir ulang kegagalan itu merupakan hal yang biasa, yang mana setiap orang pasti pernah mengalaminya. Jadi kita bukanlah satu-satunya orang yang mengalaminya, yang membedakan hanyalah bagaimana cara kita memandang kegagalan tersebut.
Kita tidak selalu mengerti mengapa kegagalan itu harus kita alami. Tetapi Allah tahu mengapa kegagalan itu perlu. Allah mempunyai rencana untuk membantu kita mengatasi setiap kesulitan dan kegagalan. Tidakada kegagalan yang tidak berarti dalam kehidupan orang percaya. Sebab melalui kegagalan-kegagalan itu, Allah mengajarkan kita untuk berjalan denganNya meraih keberhasilan yang lebih besar lagi.
Kegagalan merupakan salah satu jalan untuk menunjukkan betapa lemahnya kemampuan kita. Kegagalan memaksa kita untuk mengevaluasi kembali arah hidup kita.
Kita dapat memilih untuk terus berputus asa dengan memusatkan perhatian kita pada masalah-masalah yang kita hadapi sekarang atau kita dapat memilih untuk tetap berharap dan memiliki iman serta percaya akan rencana Tuhan dalam kehidupan kita.
Kegagalan seringkali digunakan Allah sebagai alat agar maksud Allah dalam hidup kita dapat terpenuhi. Kita tidak akan pernah mengenal kasih setia Tuhan kalau kita tidak pernah belajar menantikan perlindungan dan penghiburanNya. Melalui kegagalan Allah ingin kita berjalan dengan iman, bukan dengan apa yang kita lihat atau rasakan.
Kegagalan hanyalah salah satu cara yang Allah gunakan untuk menuntun kita menuju gerbang kemenangan.
Hidup Kristiani juga adalah sebuah proses. Kita belajar dan berkembang melalui kesulitan hidup. Karena itu pandang terus pada Jesus, dekatkan diri pada Allah melalui doa dan penyembahan. Praktekan FirmanNya, Ia akan menuntun kita melewati masa -masa sulit.
Jelaskan, kegagalan kita hanyalah setitik kegagalan, asli cuma setitik. Selama kita memiliki Jesus dalam hidup kita, harapan selalu ada.
"Grace means there is nothing you can do to make God loves you more. Grace means there is nothing you can do to make God loves you less." Sebuah cinta yang tulus dan murni, yang terlepas dari kondisi apapun dari penerima kasih itu. Sebuah cinta tanpa syarat sama sekali. Sebuah cinta yang dirindukan oleh semua orang. Kabar baiknya adalah : semua orang layak untuk menerima anugerah Allah ini. Allah menyadari bahwa manusia membutuhkan cinta tanpa syarat, oleh karena itu Ia memberikannya.
Rasul Paulus pernah menulis bukti cinta Allah yang tanpa syarat itu demikian "But God commendeth his love toward us, in that, while we were yet sinners, Christ died for us"(Rom 5: 8; AV). Cinta tanpa syarat itu bukan hanya kata-kata tetapi nyata di dalam diri Yesus Kristus.
Tidak hanya di dalam kematian Yesus Kristus saja kita melihat cinta tanpa syarat, tetapi juga di dalam seluruh hidup Yesus Kristus. Ia senantiasa menerima dan mengasihi orang apa adanya. Ia menerima dan mengampuni seorang perempuan yang tertangkap basah sedang berzinah. Ia menerima dan mengasihi pemungut cukai yang telah memeras uang orang lain.
Yesus Kristus menyadari bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuatan cinta tanpa syarat. Cinta tanpa syarat mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mendorong perubahan hidup seseorang. Zakheus, sang pemungut cukai itu berubah hidupnya setelah menerima cinta tanpa syarat dari Yesus Kristus.
Pernahkah terpikir oleh kita bahwa cinta yang kita butuhkan adalah cinta yang tanpa syarat? Pernahkah kita memikirkan bahwa orang-orang yang kita cintai sebenarnya mengharapkan cinta tanpa syarat dari kita? Saya rasa kesanggupan kita untuk mencintai seseorang tanpa syarat, akan muncul ketika kita juga menemukan bahwa sebenarnya kita telah dicintai tanpa syarat oleh Yesus Kristus. Sudahkah kita mengalami cinta tanpa syarat dari Yesus Kristus itu?
Sebuah cinta yang juga menyelamatkan kita dari kebinasan kekal. Apabila kita sudah menerimanya, maka rasa bersyukur karena keagungan cinta-Nya kepada kita, semestinya bisa membuat kita menyemai bibit-bibit cinta yang tanpa syarat itu kepada orang lain juga.
Berapa banyak orang di sekitar kita saat ini yang sebenarnya tengah merasa sunyi, sepi dan sendiri?Sunyi, sepi, dan sendiri karena belum pernah berjumpa dengan cinta tanpa syarat dari Yesus Kristus? Mereka yang merasa lelah, kalah dan kecewa karena merasa telah dimanfaatkan dan bukannya dicintai. Jumpailah mereka, pantulkanlah cinta tanpa syarat yang telah Anda terima dari Yesus Kristus. Selamat meyemai cinta tanpa syarat.
Minggu, September 21, 2008
Awal sampai pertengahan September
Ada Ultahnya si Kevin yang ke 4. Ada berita tunangannya temen yang super kilat deh... Ada segudang cerita tentang teman baru. Pokoknya komplit deh.
Bulan ini aku dapat side job baru yang mana deal nya tidak berbelit belit dan langsung jalan. Semoga aku bisa ngerjain dengan tepat waktu. Sebagai ganti nya aku mesti ngebut di hari liburan Lebaran nanti supaya aku bisa cepat selesai dan aku bisa dapat new side job lagi...maklum aku sih lagi target kumpulin duit nih. Belum lagi Prulink yang masih nol..semoga deh bisa secepatnya dapat customer.
Kegiatan ISKA (Ikatan Sarjana Katolik) di akhir Sept juga meningkat. Memang berorganisasi butuh waktu lebih dan juga mesti pinter jalin koneksi supaya nanti kita bisa lebih mudah mendapatkan dukungan dan juga koneksi yang luas akan mampu menambah wawasan kita.
Belajar pada senior di ISKA memang sangat enjoy, apalagi di sini mayoritas pengurusnya adalah kaum muda. Visi kita sebagai orang muda tentunya tidaklah jauh berbeda, dan karena masih muda tentunya tanaga yang dimiliki jauh lebih fresh sehingga besar harapan kami ke depannya ISKA ini akan memberi nilai positif dalam hidup beriman dan bermasyarakat.
Sedikit unek-unekku tentang kaum muda jaman sekarang yang mana ini adalah pengalaman yang aku dapati: Kaum muda jaman sekarang kebanyakan orang yang cuek dengan kondisi sekitarnya, kaum muda sekarang terlalu dimanja dengan kondisi yang serba enak sehingga semangat berorganisasi dan berinteraksi dengan sesamanya sangat kurang, pengaruh ini juga sangat terasa pada mereka yang sudah menjadi sarjana. Sarjana sekarang menurut pandanganku kurang tahan uji, semua ingin yang serba instant, serba gampang dan tidak mau susah. Akibatnya ketika mereka melangkah ke dunia kerja, mereka kurang bisa beradaptasi dengan dunianya yang baru tersebut. Mereka tidak bisa bekerja secara mandiri, menunggu diperintah baru mengerjakan..kalau dimarahi sedikit karena suatu kesalahan biasanya langsung mutung tidak mau kerja lagi atau malah resign secepatnya tanpa mau melihat/mengkoreksi dirinya sendiri dan belajar dari kesalahan tersebut. Akankah generasi muda yang selanjutnya lebih berkualitas? Semoga aja deh..
Kamis, September 04, 2008
Agustus yang melelahkan
Foto di atas adalah Foto Direksi Textile One bersama Miss Universe 2008, Putri Indonesia 2008 dan Putri Intelegensi dan Kepulauan 2008. Kedua anak tersebut yang menyerahkan buket bunga untuk Miss dan putri
Pokoknya Begitu banyak peristiwa di bulan Agustus. Sibukkk bangettt... Stresss berat deh... Sampai lupa ngisi blog, sampai jarang cek email, bales email juga baru aku lakukan di awal September ini.Peristiwa sibuk dimulai tanggal 11-12 Ags 2008 saat aku training Fast Start Prudential.....ya coba-coba jadi agen lha sapa tahu hoki...
Tanggal 20-22 Ags 2008 kita persiapan pameran di Graha Pena menyambut Miss Universe 2008 (Dayana Mendoza) dan Putri Indonesia 2008 (Zhivanna Letisha Siregar). Baru kali ini Textile One ada even yang berbau International lho. Capeknya setengah mati....pulang jam 11 an terus (yang lain malah parah...sampai subuh segala)... Mana bos minta semua perfect sampai yang sudah dibuat mesti dibongkar total sesuai dengan keinginan dia...wah..wah...payah deh!!Pagi-pagi tanggal 22 Ags (Jumat) aku mesti ambil bunga (yang 2 untuk meja, yg 2 lagi bunga tangan untuk Putri n Miss) Abis itu aku disuruh balik sama bos tapi untung kameraku dipinjam Adhi sehingga aku dapat foto-fotonya deh. (Foto-Fotonya bisa dilihat tuh di atas...)
Even dengan Miss Universe sangat berkesan deh, bagi bosku dia sangat bangga bisa memperkenalkan produk textile One di masyarakat luas dan juga kepada Miss universe yang notabene mengandung unsur dunia International. Even yang hanya sepuluh menit ini diharapkan bisa mendongkrak pamor Textile lokal di dunia International. Apalagi di saat sekarang dominasi Tekstil China sangat kuat. Produk lokal kalah bersainh harga dan kualitasnya juga sebanding membuat banyak produk lokal tersungkur begitu saja. Industri Tekstil lokal banyak yang tidak kuat menahan beban produksi yang mana biaya bahan baku dari hari ke hari selalu melambung seiring dengan naiknya harga minyak dunia. Cost Produksi ikut melonjak sehingga harga jual ke dealer pun ikutan melonjak. Harapan Direksi Textile One dengan even bergengsi semacam ini, produk lokal bisa mendapat prioritas di hati konsumen Indonesia.
Harapan ku dengan Prudential di bulan September ini : Semoga aku bisa segera dapet nasabah, bisa menghasilkan omzet sehingga harapanku untuk membantu sesama agar mereka tidak mengalami kesulitan bila di kemudian hari sakit ataupun divonis sakit kritis dan cacat. Memang sebagi manusia kita tidak mengharapkan semuanya itu terjadi pada diri kita, tetapi kita sebagai manusia juga tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari terhadap diri kita. Oleh karena itu cover diri dan perlindungan sangat penting di jaman modern ini. Terlebih lagi saat ini penyakit sudah mulai aneh-aneh. Ibaratnya kita harus sedia payung sebelum hujan, kalaupun tidak hujan payung itu masih bisa digunakan di lain waktu. Sama dengan kita ikutan suatu insurance yang saat ini sudah semakin modern, dimana kita mendapat perlindungan juga berinvestasi. Meski kita tidak menggunakan fasilitas asuransi tersebut, pada akhirnya kita bisa mendapatkan kembali apa yang telah kita tabung.